Minim Bukti, Jaksa Tolak Berkas Perkara Kasus Tumbal Pesugihan Congkel Mata Di Gowa

0

Minim Bukti, Jaksa Tolak Berkas Perkara Kasus Tumbal Pesugihan Congkel Mata Di GowaGaekon.com – Kasus pencongkelan mata anak di bawah umur di Gowa, Sulawesi Selatan yang diduga untuk tumbal pesugihan masih terus berlanjut. Berkas perkara penyidikan kasus tersebut ditolak oleh jaksa.

Melansir dari CNN, berkas perkara keempat tersangka pesugihan ini diajukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa.

Jaksa Menilai Minim Alat Bukti dan Saksi Ahli

Berkas perkara penyidikan itu dikembalikan lagi oleh jaksa ke polisi atau P-19. Ditolaknya berkas tersebut lantaran dinilai minim alat bukti serta saksi ahli yang dilibatkan.

Hingga kemarin, penyidik Polres Gowa belum merampungkan kembali berkas perkaranya. Kepala Kejari Gowa, Yeni Adriani membeberkan alasan dikembalikannya berkas perkara itu.

Yeni menerangkan bahwa karena kurangnya alat bukti. Ia mencontohkan seperti hasil visum kedua korban serta saksi ahli dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur hingga satu korban meninggal dunia.

“Apabila penyidik telah melengkapi petunjuk jaksa, maka berkas perkaranya kami akan limpahkan ke pengadilan. Kurang itu hasil visum dan saksi ahli yang perlu diajukan,” jelasnya.

Sebelumnya, terjadi kasus praktik pesugihan dengan menjadikan tumbal seorang anak perempuan yang masih dibawa umur dan satu orang korban meninggal dunia. Dalam kasus itu, pihak kepolisian telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni, ibu, bapak dan paman serta kakek korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Dadi Makassar, pihak kepolisian menjemput kedua orang korban, Taufik (45) dan Hasniati alias Ecce (43) untuk ditempatkan di sel tahanan Polres Gowa. Sedangkan, paman dan kakek korban yakni, Saudding dan Basri sudah lebih dulu menjalani penahanan di Mapolres Gowa.

D For GAEKON