Jalanan Tampak Sepi, Ribuan Orang Di Myanmar Mogok “Senyap” Dengan Tidak Keluar Rumah

0

Jalanan Tampak Sepi, Ribuan Orang Di Myanmar Mogok “Senyap” Dengan Tidak Keluar RumahGaekon.com – Myanmar seketika lockdown mendadak, bukan karena pandemi Covid-19 dan semacamnya, namun pemogokan “senyap” ini lanjutan unjuk rasa menentang junta militer yang berkuasa.

Seperti yang dilansir GAEKON dari VOA, Ribuan orang di Myanmar melakukan pemogokan “senyap” pada Rabu (24/3). Mereka memilih untuk tinggal di dalam rumah. Hal ini mengakibatkan jalanan sekitar terlihat begitu sepi.

Tinggal di rumah ini menjadi taktik baru yang dirancang guna menghindari respons yang makin mematikan oleh militer terhadap demonstrasi.

Aktivis pro-demokrasi mendesak warga Myanmar agar tinggal di rumah dan tidak melakukan kegiatan sepanjang hari.

Sebelumnya, Gerakan menentang junta militer itu sudah berlangsung tanpa jeda selama 51 hari. Sejak pemimpin de fakto Aung San Suu Kyi dan pejabat tinggi pemerintahan sipil lainnya digulingkan dari kekuasaan protes-protes berlangsung non-stop di Myanmar.

Sebanyak 275 orang telah dibunuh oleh pasukan militer sejak penumpasan terjadi. Hal ini diungkapkan oleh Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Salah satu korban adalah anak perempuan yang masih berusia 7 tahun. Anak ini ditembak pada Selasa (23/3) ketika tentara menerobos masuk ke rumahnya di Mandalay.

Saat itu ia sedang duduk di pangkuan ayahnya. Kemudian tentara masuk ke rumahnya dan menanyakan apakah semua anggota keluarga ada di rumah. Sang ayah mengatakan “ya”, namun tentara menuduh ia berbohong dan melepas tembakan yang mengenai anak perempuan itu.

Untuk diketahui, pemimpin de fakto Aung San Suu Kyi dan pejabat tinggi pemerintahan sipil lainnya digulingkan dari kekuasaan dan ditahan oleh militer sejak 1 Februari.

D For GAEKON