Janji Syahid Dalam Hadis Nabi, Keluarga Besar TNI Berharap Besar Ada Mukjizat

0

Janji Syahid Dalam Hadis Nabi, Keluarga Besar TNI Berharap Besar Ada MukjizatGaekon.com – Seluruh keluarga terdekat awak, keluarga besar TNI, dan seluruh bangsa Indonesia saat ini berharap besar ada mukjizat yang menaungi 53 awak kapal yang tenggelam bersama KRI Nanggala 402, sehingga bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

Seperti yang kita tahu, dalam islam ada kondisi kematian yang sangat didambakan umat muslim, yaitu mati syahid.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda, salah satu yang masuk dalam golongan orang yang mati syahid, ialah orang yang meninggal karena tenggelam.

“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).

Do’a – do’a terus mengalir dari berbagai pihak untuk para awak kapal, supaya mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi sebaik-baiknya. Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir juga berharap kapten [komandan kapal] dan semua awak dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Segenap kekuatan TNI dan semua pihak terkait terus melakukan pencarian dengan mengerahkan segala kemampuan. Semoga kapten [komandan kapal] dan semua awak dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” terangnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) telah dipastikan tenggelam atau subsunk pada Sabtu (24/4) sore oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

Yudo tak menjelaskan bagaimana nasib 53 awak kapal yang tenggelam bersama KRI Nanggala ini. Apabila melihat waktu normal cadangan oksigen, yakni 72 jam, waktu itu sudah terlewati pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun Yudo menduga bahwa Nanggala tak mengalami blackout karena sempat mengirimkan sinyal. Bila kapal tak dalam kondisi black out, cadangan oksigen bisa sampai 5 hari.

KRI Nanggala 402 diketahui mengalami keretakan saat latihan peluncuran torpedo di perairan Bali. Hal tersebut berdasarkan temuan bukti autentik berupa tumpahan minyak dan sejumlah serpihan kapal milik salah satu kapal selam andalan TNI AL tersebut.

Sampai saat ini memang tak ada yang tahu bagaimana kondisi terkini kapal selam yang diduga sudah berada di kedalaman 850 meter. Karena itu, Yudo tetap menyiapkan tim evakuasi medis bila mungkin ada yang masih bisa selamat.

D For GAEKON