Jawa Timur Jadi Provinsi Kedua Ekspor Terbanyak ke Pasar Global

0

Jawa Timur Jadi Provinsi Kedua Ekspor Terbanyak ke Pasar GlobalGaekon.com – Diketahui Jawa Timur menjadi penyumbang ekspor terbesar kedua di Indonesia. Apalagi banyak komoditas dari Jatim yang kini diminati oleh pasar global.

Oleh karena itulah, akhirnya Jatim mendapat kehormatan menjadi pusat pelaksanaan Pelepasan Ekspor dari Indonesia ke Pasar Global yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual. Tak hanya itu saja, kegiatan ini juga turut dihadiri langsung Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Selain itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan hal ini akan memicunya untuk lebih baik lagi. Menurutnya pelepasan ekspor ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja ekspor pada masa pandemi.

“Saya mengapresiasi 133 eksportir yang pada hari ini telah melakukan pelepasan ekspor ke 24 negara. Ada 29 eksportir dari Jawa Timur yang turut serta pada kegiatan pelepasan ekspor hari ini, dua diantaranya merupakan IKM yang melakukan ekspor perdana,” kata Khofifah di Lamongan, Jumat (4/12/2020).

Sementara itu, komoditi asal Jatim yang diekspor yakni perhiasan emas atau perak, produk perikanan dan olahannya, industri kimia, handicraft, coklat dan olahannya, produk aluminium, kerupuk, sukun beku, sorbitol, produk kayu, tisu, pupuk, dan produk kimia.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga melepas ekspor perdana yakni cerutu dari Mojokerto, dan Tempat Tidur Sapi dari Lumajang. Produk-produk unggulan Jatim ini diekspor ke Jepang, Australia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea, China, Malaysia, dan Dubai.

Dalam kegiatan tersebut, menurut gubernur dapat memacu bergeraknya perekonomian. Apa lagi perekonomian sempat menurun akibat pandemi, dengan nilai ekspor mencapai USD 1,64 miliar atau setara dengan Rp 23,75 triliun.

Ia pun berharap bahwa kegiatan ini dapat terus mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk tetap terus melakukan ekspor agar dapat berkontribusi pada peningkatan ekspor non migas, dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Khofifah menyebut Jatim menduduki peringkat kedua sebagai provinsi dengan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional. Hal ini menjadi bukti jika Jatim memiliki peranan signifikan bagi penerimaan devisa negara yang berasal dari kinerja perdagangan luar negeri khususnya kinerja ekspor.

Data yang ada periode Januari-Oktober 2020, nilai ekspor Jatim mencapai USD 16,91 miliar atau berkontribusi sebesar 12,86 persen terhadap ekspor nasional. Saat ini, nilai ekspor non migas Jawa Timur pada bulan Oktober 2020 mencapai USD 1,53 miliar atau naik sebesar 0,72 persen dibandingkan September 2020.

Selain itu, komoditi yang menjadi unggulan ekspor non migas Jawa Timur meliputi tembaga, kayu dan barang dari kayu, serta lemak dan minyak hewan nabati. Diketahui, total neraca perdagangan luar negeri Jawa Timur selama bulan Oktober 2020 mengalami surplus sebesar USD 147,43 juta.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh bagi industri Jawa Timur, baik kecil, menengah, maupun besar untuk bisa melakukan ekspor. Kami siap memberikan fasilitasi, baik berupa permodalan, pelatihan, hingga standarisasi,” tegas Khofifah.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti serentak oleh 16 provinsi di 14 titik keberangkatan seluruh Indonesia secara hybrid. Namun berpusat di PT Bumi Menara Internusa, Lamongan secara offline.

Selain itu, sebanyak 13 titik yang mengikuti kegiatan ini mulai dari Takengon, Medan, Pekanbaru, Bandar Lampung, Jabodetabek, Bandung, Semarang-Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Samarinda, Makasar, Papua Barat, dan Manokwari mengikuti secara virtual.

Z For GAEKON