Jawa Timur Tingkatkan Terus Penanganan Corona

0

Gaekon.com – Sebagai peringkat kedua secara nasional dalam jumlah kasus positif Corona, provinsi Jawa Timur (Jatim) terus berbenah dalam upaya mereka baik dalam memutus mata rantai virus ini dan penyembuhan bagi yang sakit.

Seperti kabar dari Kota Probolinggo. Mereka kini mempunyai alat tes swab sendiri. Alat ini diklaim mampu melakukan tes swab hanya dalam waktu 45 menit. Selain kecepatan hasil, alat ini juga diklaim mampu melakukan tes swab sebanyak 250 spesimen dalam sehari. Alat ini sekarang ada di RSUD Dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo.

“Alat swab yang kita datangkan di RSUD Dr Mochamad Saleh ini merupakan alat standar untuk pasien Virus COVID-19. Hasil bisa dilihat hanya dalam 45 menit,” ujar Jubir Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kota Probolinggo dr Abrar Kuddah kepada GAEKON, Rabu (20/5).

Abrar mengatakan alat ini hanya ada satu di wilayah tapal kuda, di RSUD Dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo. Namun nantinya alat ini akan bisa menguji specimen swab dari rumah sakit setapal kuda, seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowosa, Jember, Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo.

Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan pihaknya terus berupaya memutus rantai penyebaran Virus COVID-19, dengan mendatangkan alat swab buatan Korea Selatan ini.

“Kami datangkan alat swab canggih dari Korea Selatan guna memutus rantai penyebaran Virus COVID-19 khusus di Kota Probolinggo. Kecepatan hasilnya memungkinkan kita nanti bisa cepat mengambil langkah tindakan medis dan isolasi pasien yang terpapar Virus COVID-19,” pungkas Hadi.

Di lain kesempatan, Pemprov Jatim membagikan 40 ventilator dan Continuous Positive Airway Pressure atau CPAP senilai Rp 20 miliar. Pembagian ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada 20 RS Rujukan dan 1 RS darurat di Jatim.

Khofifah menyebut alat kesehatan ini sangat dibutuhkan dalam penyembuhan pasien COVID-19. Mantan menteri sosial ini ingin dengan terpenuhinya alat kesehatan ini, RS dan tenaga medis di Jatim bisa memberikan layanan sebaik mungkin agar tingkat kesembuhan terus naik.

“Kemudian kelengkapan alat ini semata salah satu yang kita ingin kerjasama di antara kita semua bagaimana memberikan layanan sebaik mungkin, secepat mungkin,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (20/5).

Khofifah menjelaskan di Jatim telah ada peningkatan ventilator yang cukup banyak. Total kapasitas ventilator isolasi yang awalnya hanya 26 kini menjadi 162. Hal ini berarti ada kenaikan 6 kali lipat sejak 20 Maret 2020.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga berpesan pada tenaga kesehatan di Jatim untuk senantiasa menjaga kesehatan. Dari banyaknya tambahan kasus di Jatim setiap harinya, Khofifah berharap hal ini bisa lebih memacu semangat nakes dalam berjuang di garda terdepan penanggulangan COVID-19.

“Stamina para tenaga kesehatan semuanya bisa tetap disupport, dijaga. Dengan data-data seperti yang ada di dalam saat ini rasanya memang ada tantangan baru bagi kita semua untuk bisa memaksimalkan pelayanan kepada pasien, supaya tingkat kesembuhannya makin meningkat, sebaliknya tingkat kematiannya makin menurun,” harap Khofifah.

W For GAEKON