Joe Biden Akan Larang Pesawat Rusia Terbang Di Langit AS

0

Joe Biden Akan Larang Pesawat Rusia Terbang Di Langit ASGaekon.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dikabarkan akan melarang pesawat-pesawat Rusia terbang di langit AS.

Melansir dari Liputan6, rencana tersebut akan diumumkan pada pidato State of the Union (SOTU), Selasa malam waktu AS (Rabu pagi) di Capitol Hill, Washington, DC.

Sejumlah politisi AS masih memilih pakai masker di dalam Capitol Hill. Para anggota telah melakukan tes Covid-19.

Saat berita ini ditulis, Wakil Presiden Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi sudah siap di meja sidang untuk menyambut Presiden Joe Biden.

Anggota-anggota Mahkamah Agung AS, Ibu Negara Jill Biden, dan kabinet Joe Biden juga sudah tiba.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS telah meminta agar warga AS di Rusia segera meninggalkan negara tersebut. Jerman, Prancis, dan Italia sudah terlebih dahulu menutup zona udara mereka untuk Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski juga ingin menolak pesawat Rusia di negaranya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pun menyerukan agar invasi Rusia ke Ukraina segera diakhiri.

“Perang di Ukraina harus dihentikan. Perang ini merajalela di seluruh negara itu, dari udara, darat, dan laut. Perang ini harus dihentikan sekarang,” kata Guterres dalam rapat khusus darurat Majelis Umum PBB tentang Ukraina.

Menurutnya, saat ini dunia tidak hanya sedang menghadapi tragedi untuk Ukraina, tetapi juga krisis regional besar dengan potensi implikasi yang membahayakan bagi semua.

“Kemarin, pasukan nuklir Rusia bersiaga dengan kewaspadaan tinggi. Ini adalah perkembangan situasi yang mengerikan. Gagasan tentang konflik nuklir saja sungguh tak terbayangkan. Tidak ada yang dapat membenarkan penggunaan senjata nuklir,” Katanya.

Guterres menyatakan harapannya agar perundingan langsung yang sedang dilakukan antara delegasi Ukraina dan Rusia tidak saja menghasilkan keputusan dihentikannya perang dengan segera, tetapi juga jalur menuju solusi diplomatik.

“Saya menyambut baik dan mendorong semua upaya damai untuk mengakhiri pertumpahan darah dan menghentikan konflik ini. Saya berterima kasih kepada negara-negara yang telah menawarkan diri untuk menjadi lokasi pelaksanaan dan memfasilitasi negosiasi. PBB siap mendukung upaya tersebut,” tuturnya.

D For GAEKON