Tepergok Jadi Joki Vaksin, Wanita Di Semarang Ini Ngaku Sudah 2 Kali Disuntik

0

Tepergok Jadi Joki Vaksin, Wanita Di Semarang Ini Ngaku Sudah 2 Kali DisuntikGaekon.com – Kasus Joki vaksin Abdul Rahim yang sudah 17 kali divaksin masih jadi perbincangan hangat, kini sudah disusul lagi oleh warga Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara berinisial DS.

Melansir dari IDNTimes, DS ditangkap polisi karena tepergok menjadi joki vaksin Covid-19 di Puskesmas Manyaran pada Senin (3/1) jam 10.30 WIB. Perempuan 41 tahun itu kedapatan memalsukan identitas diri.

Awalnya DS berkenalan dengan warga Griya Beringin Asri Ngaliyan yang berinisial CL. Saat itu, CL mengaku sedang membutuhkan kartu vaksin sebagai dokumen pelengkap untuk perjalanan ke luar kota.

“Saya sudah daftar di aplikasi Victori dapat jadwal di Puskesmas Manyaran. DS saya suruh ikut vaksin di Puskemas Manyaran dengan memakai KTP milik saya,” kata CL.

Namun, CL tidak mau ikut vaksinasi Covid-19 lantaran punya penyakit mitral vale prolaps dan colitis. Dengan adanya penyakit itu, CL mengaku tidak perlu ikut divaksinasi.

Akhirnya CL nekat menyewa jasa DS untuk menggantikannya ikut vaksinasi Covid-19. DS diberi upah sebesar Rp500 ribu.

“Tahunya saya, dia ya ibu-ibu yang butuh uang dan mau bantu saya,” jelasnya.

Sementara itu, DS mengaku sudah dua kali jadi joki vaksin. Yang pertama di bulan Oktober 2021 dan kedua di bulan November 2021 kemarin.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan bahwa DS sempat dicurigai petugas puskemas saat hendak vaksin. Pasalnya, ketika skrining ditemukan perbedaan identitas dan fisik.

Petugas Puskemas Manyaran kemudian melaporkan kejadian janggal itu kepada Polsek Semarang Barat. Ada tiga wanita yang ditangkap. Masing-masing DS, CL dan OI sebagai perantara.

Ketiganya terancam pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang penyakit wabah menular junto pasal 53 ayat 1 KUHP.

“Saat ini kasusnya sudah berakhir dengan damai. Kita mediasi sampai selesai. Wanita inisial CL akhirnya mau divaksin,” tandasnya.

D For GAEKON