Jokowi Larang Ekspor CPO, Harga Kelapa Sawit Anjlok 50%

0

Jokowi Larang Ekspor CPO, Harga Kelapa Sawit Anjlok 50%Gaekon.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit anjlok hingga 50 persen. Hal ini sontak membuat Serikat Petani Indonesia (SPI) mengeluh.

Melansir dari CNN, Harga TBS anjlok usai Presiden Joko Widodo melarang ekspor CPO. Ketua SPI Henry Saragih mengatakan penurunan harga TBS salah satunya terjadi di Riau dan Sumatera Utara.

“Hari ini hasil laporan petani anggota SPI di berbagai daerah seperti Riau, Sumatera Utara, harga TBS sawit Rp1.700 sampai Rp2.000 per kg, sudah terkoreksi ada yang 30 persen, bahkan sampai 50 persen,” ucap Henry.

Larangan Ekspor Dapat Membuat Stok Dalam Negeri Berlimpah

Henry khawatir harga TBS akan semakin jatuh karena larangan ekspor CPO membuat stok berlimpah di dalam negeri.

Padahal, menurut catatannya, jumlah konsumsi di Tanah Air cuma 16,29 juta ton, sedangkan jumlah produksi CPO bisa mencapai 46,89 juta ton.

Henry mengatakan bahwa hal ini akan membuat banyak stok tidak terjual dan pendapatan petani berkurang. Salah satunya agar BUMN memiliki porsi yang besar di bisnis sawit, khususnya produksi strategis seperti CPO hingga bahan bakar minyak (BBM) berbasis minyak nabati.

“Perkebunan sawit harus diurus oleh rakyat, didukung oleh pemerintah dan BUMN, bukan oleh korporasi,” tegas Henry.

Henry mengatakan peran BUMN diperlukan agar pelanggaran di industri sawit tidak terus terjadi. Salah satunya terkait penggunaan lahan dengan status hak guna usaha (HGU) dari pemerintah ke swasta.

Henry berharap agar pemerintah memberi kebijakan tegas bagi perusahaan sawit swasta. Salah satunya dengan memungut pajak ekspor yang bisa digunakan untuk transisi pengelolaan sawit di dalam negeri.

D For GAEKON