Jokowi Sahkan PP Kebiri Kimia, Apa Iya Bikin Predator Seks Jera?

0

Jokowi Sahkan PP Kebiri Kimia, Apa Iya Bikin Predator Seks Jera?Gaekon.com – Regulasi kebiri kimia disahkan oleh Presiden Joko Widodo. Aturan itu dibahas dalam PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. PP itu ditandatangani Presiden Jokowi pada 7 Desember 2020.

Lalu apakah hukuman tersebut bakal membuat pelakunya jera? Rupanya regulasi tersebut diperuntukkan bagi pelaku kekerasan seksual, pencabulan, maupun tindakan ancaman kekerasan seksual terhadap anak. Hukuman bagi predator seksual anak adalah tindakan kebiri kimia yang sebelumnya telah melalui tahapan klinis, kesimpulan, hingga pelaksanannya.

Kebiri kimia atau chemical castration adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menekan dorongan seksual dan menghentikannya datang kembali.

Kebiri kimia menggunakan obat-obatan anafrodisiak untuk menurunkan hasrat seksual dan libido, dalam jangka waktu minimal selama tiga sampai lima tahun.

Kebiri kimia telah diuji coba di Swedia, Denmark dan Kanada. Sementara itu, Skandinavia menunjukkan bukti bahwa tindakan ini dapat menekan terjadinya kasus kembali dari 40 persen menjadi lima persen. Namun di banyak tempat, kebiri kimia masih menjadi kontroversi.

Kebiri kimia berbeda dengan kebiri melalui pembedahan yang melibatkan pengangkatan alat kelamin, dan sterilisasi dalam perawatan secara berkala. NCBI mencatat efek samping yang parah pada orang yang dikebiri kimia.

Kebiri kimiawi umumnya dilakukan dengan menyuntikkan obat setiap tiga bulan sekali, dan beberapa obat yang disuntikkan selama setahun. Leuprorelin adalah salah satu obat kebiri kimia yang digunakan untuk mengatasi kesulitan dalam mengendalikan gairah seksual, fantasi atau dorongan seksual yang mengganggu, sadisme atau kecenderungan seksual berbahaya lainnya.

Obat lain yang digunakan dalam kebiri kimia meliputi medroxyprogesterone acetate, cyproterone acetate, dan Luteinizing Hormone-Releasing Hormon (LHRH) sebagai obat untuk mengurangi kadar testosteron dan estradiol atau hormon estrogen pria. Pada pria, estrogen memainkan peran penting dalam pertumbuhan tulang, fungsi otak, dan proses kardiovaskular.

Beberapa obat yang dipakai untuk kebiri kimia sebenarnya dipakai juga dalam terapi kanker prostat. Selain menurunkan hasrat seksual, efek samping dari kebiri kimiawi pada pria termasuk osteoporosis, penyakit kardiovaskular, depresi, hot flashes dan anemia.

K For GAEKON