Kedapatan Jual Senpi Rakitan, Atlet Perbakin Sumsel Terancam 10 Tahun Penjara

0

Kedapatan Jual Senpi Rakitan, Atlet Perbakin Sumsel Terancam 10 Tahun PenjaraGaekon.com – Sabdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan menangkap atlet muda menembak Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Sumsel, AR (16) pada Senin (4/10). AR ditangkap lantaran kedapatan menjual senjata api (senpi) rakitan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, AR diketahui menjual senpi rakitan bersama tiga butir peluru secara ilegal.

AR kini mendekam di sel tahanan dan terancam dikenakan Undang-undang Darurat pasal 1 ayat 1 Undang-undang nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman penjara selama 10 tahun.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan mengatakan, mereka semula mendapatkan informasi adanya penjualan senjata api (senpi) rakitan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di kota Kayuagung.

Mereka kemudian menyelidiki hingga akhirnya mencegat AR ketika keluar dari gerbang tol Keramasan Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

“Saat diperiksa, tersangka mengaku sebagai atlet Perbakin, senjata itu dia simpan di pinggang dan berisi tiga butir peluru,” kata Christopher.

Saat itu pelaku mengaku tak bertemu dengan seseorang yang memesan senjata rakitan tersebut. Sehingga ia akhirnya pulang lagi ke Palembang dengan menyelipkan senpi rakitan itu di bagian pinggang.

AR mengaku bahwa ia telah menjadi atlet menembak sejak duduk di bangku SMP. Ia memanfaatkan statusnya sebagai anggota Perbakin untuk menjual senjata api rakitan. Namun, pemuda ini belum mengetahui berapa upah yang ia terima jika berhasil menjual senjata tersebut.

Ibu AR, IN (35) kaget dan tak menduga bahwa putra sulungnya akan berbuat nekat menjual senpi rakitan. Pasalnya, AR mengatakan bahwa hanya menemani seseorang menjual barang.

“Anak saya bilang lumayanlah bu buat beli HP baru, saya benar-benar tidak tahu kalau dia harus berurusan sama polisi,” katanya.

“Anak saya sering menang kejuaraan, tapi saya benar tidak menyangka jika jadi seperti ini,” tambahnya.

Sejak menjadi seorang atlet, AR pun ternyata banyak mendapatkan prestasi. Bahkan, pada 2019 lalu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang diselenggarakan di Prabumulih ia sempat mewakili Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

D For GAEKON