Jubir Luhut Angkat Bicara Soal Kontroversi Banyaknya TKA China Di Smelter Nikel

0

Jubir Luhut Angkat Bicara Soal Kontroversi Banyaknya TKA China Di Smelter NikelGaekon.com – Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) China di industri smelter nikel menuai kontroversi. Menanggapi hal itu, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi buka suara.

Melansir dari idxchannel, Jodi Mahardi mengatakan sejak awal pemerintah memiliki peta jalan atau roadmap untuk komoditas mineral nikel dan Indonesia tidak pernah memiliki yang namanya pabrik pemurnian nikel seperti saat ini.

“Selama puluhan tahun kita tidak pernah memiliki yang namanya pabrik pemurnian nikel seperti sekarang, kita cuma ekspor terus bahan mentahnya. Terus kita baru mulai beberapa tahun terakhir sejak dipimpin Presiden Jokowi. Bagaimana bisa kita langsung mau punya pabrik mobil listrik? Kan tidak bisa seperti itu cara berpikirnya” katanya.

Jodi menilai bahwa semuanya harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa jika secara instan. Kini pihaknya masih harus fokus dengan peningkatan produksi stainless steel dari hasil pengolahan nikel.

“Jangan kita jadi bangsa yang maunya semua instan, beberapa tahun terakhir kita masih fokus pada peningkatan produksi stainless steel dari hasil pengolahan nikel tersebut, sambil secara bertahap menyiapkan semua kebutuhan untuk pembangunan pabrik komponen baterai, sampai nantinya kita harapkan bisa masuk ke pengembangan ekosistem mobil listrik,” jelasnya.

Jodi menyebut untuk mewujudkan apa yang menjadi visi di Indonesia, semua butuh kerja dan waktu yang tidak sebentar.

“Belum lagi dengan segala keterbatasan seperti tenaga kerja dengan skill terkait di sekitar lokasi yang memang harus kita akui saat ini masih kurang karena di era-era yang dulu memang penyiapan tenaga kerja yang dibutuhkan belum menjadi perhatian serius,” terangnya.

D For GAEKON