Minta Dibebaskan, Juliari Batubara: Saya Sungguh Menyesal, Akhiri Penderitaan Saya

0

Minta Dibebaskan, Juliari Batubara: Saya Sungguh Menyesal, Akhiri Penderitaan SayaGaekon.com – Eks Mensos, Juliari Batubara menyesal lantaran menyusahkan banyak orang terkait kasus bansos Covid-19. Ia memohon kepada majelis hakim yang mengadili perkaranya agar membebaskannya dari dakwaan dan tuntutan tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Dalam pleidoinya, Juliari memohon agar segera diakhiri penderitaannya dari segela dakwaan.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya sungguh menyesal telah menyusahkan banyak pihak akibat dari perkara ini. Oleh karena itu, permohonan saya, Istri saya dan kedua anak saya serta keluarga besar saya kepada Majelis Hakim Yang Mulia, akhirilah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan,” kata Juliari.

Juliari mengaku bahwa selama kasus ini keluarganya menderita. Bukan hanya dipermalukan, namun juga dihujat untuk sesuatu yang mereka tidak mengerti. Menurutnya, hanya majelis hakim yang bisa mengakhiri penderitaannya.

“Dalam benak saya, hanya Majelis Hakim Yang Mulia yang dapat mengakhiri penderitaan lahir dan batin dari keluarga saya, yang sudah menderita bukan hanya dipermalukan, tetapi juga dihujat untuk sesuatu yang mereka tidak mengerti. Badai kebencian dan hujatan terhadap saya dan keluarga saya akan berakhir tergantung dengan putusan dari Majelis Hakim Yang Mulia,” terangnya.

Juliari diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Juliari mengaku tidak tahu uang fee bansos yang berasal dari vendor itu, ia juga tidak pernah menerima uang tersebut.

“Dari semua vendor yang bersaksi di persidangan, semuanya tidak pernah menyebutkan bahwa uang yang diberikan kepada Terdakwa Matheus Joko Santoso adalah diperuntukkan bagi saya. Bahkan hampir semua vendor yang dipanggil tersebut tidak mengenal ataupun pernah bertemu dengan saya sebelumnya,” katanya.

Sementara itu terkait pembayaran sewa pesawat, Juliari mengaku menggunakan dana hibah dalam negeri.

Ia menegaskan uang itu bukan berasal dari fee bansos yang dikumpulkan KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso.

“Pembayaran sewa pesawat yang saya gunakan untuk keperluan dinas saya selaku Menteri Sosial, di luar dari yang menggunakan dana hibah dalam negeri (Dana UKS), Saya telah menjelaskan bahwa memang Saya pernah meminta kepada Saudari Selvy Nurbaity untuk berkoordinasi dengan Biro Umum di Sekretariat Jenderal untuk dicarikan anggarannya. Dalam arti mencarikan anggaran yang memang sudah teralokasi di DIPA Kementerian Sosial Tahun Anggaran 2020. Bukan dari sumber lainnya,” ucapnya.

Juliari mendoakan majelis hakim agar diberkahi Tuhan Yang Mahakuasa. Ia berharap hakim memberikan keadilan bagi dia dan keluarganya.

Sebelumnya diketahui, Juliari Batubara dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan karena diyakini jaksa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan bansos Corona di Kemensos.

Juliari juga dituntut membayar uang pengganti Rp 14,5 miliar serta hak politik untuk dipilih dicabut selama 4 tahun.

D For GAEKON