Kantor DPR Diusulkan Jadi RS Darurat Corona, Sejumlah Pro Dan Kontra Mulai Bermunculan

0

Kantor DPR Diusulkan Jadi RS Darurat Corona, Sejumlah Pro Dan Kontra Mulai BermunculanGaekon.com – Kasus Covid-19 yang terus meningkat, membuat sejumlah pasien terlantar di halaman Rumah Sakit, karena kondisi Rumah Sakit penuh.

Melihat kondisi memprihatinkan seperti itu, Waketum Demokrat Benny K Harman mengusulkan halaman kantor DPR dijadikan sebagai RS darurat Corona.

Namun usulan tersebut tak diterima dengan mulus. Ada yang mendukung dan ada pula yang menolak. Semenjak adanya usulan itu, pro dan kontra kini bermunculan.

Ketua MPR Setuju Kantor DPR Dijadikan Sebagai RS Darurat

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung usulan tersebut. Pihaknya setuju jika kantor DPR dijadikan sebagai RS darurat Corona.

Bamsoet mengungkapkan jika rumah sakit di Jakarta sudah tidak bisa lagi menampung para pasien Covid-19, maka tenda dan kasur lipat yang biasa digunakan personel kepolisian saat tugas pengamanan di kompleks parlemen bisa digunakan sebagai bangsal darurat.

“Halaman kompleks majelis bisa difungsikan sebagai rumah sakit darurat Covid-19, agar dapat mengurangi beban rumah sakit yang sudah over kapasitas,” ujar Bamsoet.

Wakil Ketua DPD, Sultan B Najamudin juga turut mendukung usulan tersebut, pasalnya, keselamatan rakyat adalah hal yang utama. Sultan yakin, semua pihak di lingkungan internal kompleks parlemen (MPR/DPR/DPD RI) pasti mendukung jika hal ini diberlakukan.

“Saya kira kompleks parlemen sudah sangat layak dan representatif untuk dijadikan Rumah Sakit penanganan Covid-19, apalagi dalam situasi darurat seperti pada saat ini. Jika hal ini telah disetujui Kemenkes, tinggal lagi selanjutnya diatur penguatan hal-hal teknis dan non teknis lainnya agar bisa dijalankan optimal,” terangnya.

Sementara menurut Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi apabila kantor DPR dijadikan rumah sakit darurat, maka anggota dewan tak akan punya tempat untuk bekerja.

Senada, Anggota Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno menilai usulan itu memang terkesan heroik. Ia secara tersirat tak setuju dengan rencana ini.

Menurut Hendrawan ada pihak-pihak yang memanfaatkan usulan tersebut untuk kepentingan politik sehingga seolah sangat peduli rakyat di masa pandemi.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memberikan respons yang lebih tegas. Ia menyatakan tidak tepat kompleks DPR digunakan sebagai rumah sakit darurat. Karena ia menilai masih ada lokasi lain yang lebih tepat.

D For GAEKON