Kapolri Listyo Tepati Janji, Bos Koperasi Indosurya Jadi Tersangka

0

Kapolri Listyo Tepati Janji, Bos Koperasi Indosurya Jadi TersangkaGaekon.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membuka lebar pintu untuk menerima Pelapor kasus investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Priyono Adi Nugroho dan kuasa hukum para korban Indosurya dari LQ Indonesia Lawfirm.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Akurat, Priyono Adi Nugroho mengaku senang, lantaran upayanya bersama jajaran advokat LQ Indonesia Lawfirm melayangkan pesan moral sekaligus kritikan kepada Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mendapatkan atensi serius penyidik Bareskrim Polri.

“Hari Selasa, 16 Februari 2021 saya mendapatkan penjelasan yang lengkap dan update perihal duduk perkara kasus investasi bodong Indosurya senilai Rp14 triliun yang saya laporkan ke Polri,” kata Adi Priyono.

Adi juga mengatakan bahwa laporannya terkait kasus investasi bodong Indosurya ditangani penyidik secara profesional dan transparan, sesuai motto “Presisi” Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kasusnyapun sudah dilakukan gelar perkara dan sudah ada penetapan para tersangka.

Adi mengungkapkan terhadap berkas pertama, penyidik telah menetapkan bos Indosurya, HS dan SA sebagai tersangka yang tertera dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor R/28A/IV/RES2.2/2020 DITTIPIDEKSUS.

“Berkasnya sudah dikirimkan ke pihak Kejaksaan,” katanya.

Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta dan June Indria juga sudah ditetapkan sebagai tersangkanya, sebagaimana surat penetapan tersangka Nomor: R/35A/VI/RES2.2/2020/DITTIPIDEKSUS.

Penetapan status tersangka HS selaku pemilik Koperasi Indosurya terkonfirmasi sesuai Surat Penetapan Tersangka Nomor: R/28.A/IV/RES2.2/2020/DITIPIDEKSUS.

Bos Indosurya itu dijerat pidana penipuan, penggelapan dan pidana perbankan dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara, yang “Predicate Crime” atau pidana asal.

“Ketika nanti “predicate crime” HS terbukti maka, pidana pencucian uang akan dijalankan dengan ancaman maksimal 20 tahun sesuai pasal 3,4,5,6 UU No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,” terang Adi.

Adi menjelaskan bahwa penyidik Dittipideksus telah menunjukkan bukti dan dokumen terhadap proses lidik dan sidik, yang menurutnya sudah sesuai KUHAP yang berlaku.

Bukan hanya tajam ke ‘kaki tangan’ JI dan SA, tapi juga telah tajam ke atas, di mana HS dan Koperasi Indosurya Cipta juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, pada Senin, 15 Februari 2021 Adi bersama sejumlah advokat LQ Indonesia Lawfirm, menggelar aksi parodi Pocong di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Aksi itu digelar sebagai kritik moril dan masukan yang membangun untuk Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait kasus investasi bodong Indosurya yang menelan kerugian Rp14 triliun uang ribuan masyarakat nasabah yang menjadi korban.

D For GAEKON