Karena Corona, KFC Mulai Goyah

0

Gaekon.com – Pandemi virus Covid-19 membuat sejumlah pergerakan bisnis di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Salah satu perusahaan terdampak yang paling parah adalah, PT. Fast Food Indonesia Tbk. (FAST), perusahaan pemegang merek waralaba ayam goreng KFC.

Dalam keterbukaan informasi kepada bursa, 19 Mei 2020, perseroan memperkirakan jangka waktu penghentian sebagian operasional lebih dari 3 bulan. Total gerai yang terdampak sebanyak 115 gerai karena mal-mal tutup tak hanya di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia.

Hal ini berdampak pada nasib ribuan pekerja yang harus dirumahkan, walaupun pihak perusahaan matian-matian mempertahankan karyawan sehingga tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Lantas Bagaimana KFC mencoba bertahan ditenga krisis kesehatan?

“Perusahaan sangat mengharapkan semua jenis pelayanan sudah dapat dibuka, termasuk dine-in (makan di tempat) walaupun ada pembatasan kapasitas pelanggan di dalam gerai. Untuk sementara, di tengah kondisi ini, hanya layanan take-away, home delivery, drive-thru, dan on-line ordering yang beroperasi,” ungkap perseroan dikutip Jumat (22/5/2/2020).

KFC menjalankan beberapa langkah untuk meningkatkan pendapatan semaksimal mungkin dengan cara menyediakan menu dengan harga terjangkau, mulai dari promo-promo khusus dan cara-cara lain untuk memperluas jenis pelayanannya.

Berdasarkan catatan resmi perseroan, jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai 4.988 orang, atau sekitar 29% dari total karyawan tetap dan tidak tetap yang berjumlah 17.216 orang. Sedangkan total karyawan tetap perseroan 16.962 orang.

Selain itu, ada 4.847 karyawan yang juga terdampak dengan pemotongan gaji sampai 50%. Perseroan memperkirakan penurunan pendapatan dan laba akibat dampak pandemi COVID-19 sebesar 25-50% dari penutupan sementara 115 gerai.

“Terdapat 115 gerai Perseroan yang ditutup karena mal yang berhenti, atau plaza dinyatakan harus tutup karena dampak COVID-I9 di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta,” kata perseroan.

Z For GAEKON