Kasus Corona Melonjak, Jatim Bakal Buka RS Darurat

0

Gaekon.com – Kasus positif Corona di Jatim semakin bertambah, bahkan Jatim menempati peringkat kedua penderita terbanyak di Indonesia setelah DKI Jakarta. Menyikapi hal ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta agar RS darurat bisa segera dibuka.

RS darurat ini berlokasi di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Jalan Indrapura Surabaya berkapasitas hingga 200 orang. Namun bisa dimaksimalkan sampai 500 orang. Khofifah menjelaskann RS Lapangan COVID-19 Jatim ini bakal diperuntukkan bagi pasien positif baru yang berkategori ringan.

“Yang kita ingin bahwa yang di RS rujukan itu yang kondisi berat. Yang ringan dan sedang seyogyanya kita siapkan di rumah sakit lapangan seperti sekarang. Kalau total dengan ekstensifikasi kamar-kamar itu semua, bisa sampai 500 bed,” ungkap Khofifah pada GAEKON usai meninjau pembangunan RS Lapangan COVID-19 Jatim, Jumat (22/5).

Dengan adanya pembagian pasien seperti ini, daya tampung di rumah sakit rujukan akan semakin besar. Sekaligus semakin banyak juga pasien-pasien yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan. Ia menegaskan, kelengkapan alat medis, keamanan dan keselamatan tenaga medis tetap menjadi perhatian, walaupun RS lapangan ini diperuntukkan bagi pasien COVID-19 kategori ringan.

Hingga sekarang, telah disiapkan 4 ventilator dan ribuan APD di dalam RS lapangan untuk peningkatan pelayanan ke masyarakat. Bahkan, untuk tenaga kesehatan dan keluarganya telah disiapkan pula kamar-kamar khusus di area RS Lapangan.

Saat dikonfirmasi perihal kapan RS Darurat ini bakal beroperasi, Ketua Satgas Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi menyebut, RS darurat ini sudah siap. “Insyaallah kalau Sabtu (23/5) sudah ada pasien, sudah siap,” ungkapnya.

RS darurat ini dibangun dengan dua basis utama, yaitu gedung dan tenda. Satu gedung utama tengah dalam persiapan. Sedangkan lima ruangan berbasis tenda telah rampung pengerjaannya. Kelima tenda tersebut nantinya akan dibagi peruntukannya. Yaitu tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.

Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim akan melakukan kolaborasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Bersama IDI dan PPNI akan dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien.

W For GAEKON