Kasus Corona Meningkat, Khofifah Salahkan Warga Jatim

0

Surabaya, JATIM – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalahkan warganya yang tak menurut pada imbauan pemerintah. Akibatnya, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) kian melonjak di Jatim.

“Sore ini data Pemprov Jatim 41 positif. Kemarin ODP 999 dan sampai sore ini terdapat hasil tracing 1.405 ODP, tambahan 406 orang. PDP kemarin 88 orang dan sampai jam 16.00 WIB, tercatat 125 PDP,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Senin (23/3).

Dari jumlah pasien positif virus corona, terbanyak masih Surabaya 29 pasien, Malang Raya 5 pasien, Sidoarjo 3 pasien, Magetan 3 pasien dan Kabupaten Blitar 1 pasien. Sementara pasien positif virus corona meninggal 1 orang di Malang.

Jumlah itu menurutnya karena warga Jatim tak mengindahkan imbauan pemerintah yang meminta untuk melakukan jaga jarak atau social distancing. Sehingga malah masih banyak acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Kami lakukan evaluasi dari berbagai imbauan yang sudah dilakukan semua lini, semua sektor. Imbauan dari aparat desa dan aparat kecamatan sudah dilakukan. Dari Kabupaten Kota dan Pemprov sudah dilakukan. Tapi masih banyak masyarakat yang rupanya belum ikuti imbauan ini,” ujarnya.

Dia pun meminta warga Jatim untuk menghindari keramaian. “Hindari keramaian. Jangan buat kegiatan yang hadirkan [banyak] orang. Kemudian ada maklumat Kapolri yang jadi referensi jajaran polda dan polres, yang kami ingin kembali imbau hiburan malam belum ditutup sementara, tolong segera ditutup,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polres se-Jatim agar menindak tegas tempat-tempat yang menjadi sarang kerumunan dengan cara pembubaran.

“Saya tegaskan sejak malam Minggu, kita sudah melakukan tindakan-tindakan represif dengan membubarkan tempat-tempat hiburan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat,” kata Luki, akhir pekan lalu.

Jajaran Polres, kata Luki juga akan menyisir tempat-tempat yang biasa digunakan orang berkumpul ketika malam hari, seperti warung kopi, warnet, hingga tempat-tempat hiburan malam.

“Dan ke depan, tadi Kapolres-Kapolres sudah saya sampaikan, melakukan hal yang sama di tempat-tempat hiburan, warnet-warnet, dan tempat lainnya,” katanya.

Instruksi Luki kepada para Kapolres se-Jatim ini sebagaimana maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz, bernomor Mak/2/III/20202020, yang berisi peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang kehadiran banyak orang dan berpotensi menjadi ruang penyebaran Covid-19.

K For GAEKON