Kasus Harian Di Yogyakarta Capai 500 Kasus, Sultan HB X: Kalau Masih Tembus Arep Apa Meneh, Ya Lockdown

0

Kasus Harian Di Yogyakarta Capai 500 Kasus, Sultan HB X: Kalau Masih Tembus Arep Apa Meneh, Ya LockdownGaekon.com – Kasus harian Covid-19 di Yogyakarta mencapai 500 kasus. Hal ini mendorong Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X untuk melakukan lockdown di daerahnya.

Menurutnya, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah DIY dinilai tak efektif. Maka dari itu lockdown menjadi satu-satunya cara untuk menekan penyebaran Covid-19.

“PPKM ini kan sudah bicara nangani RT/RW [mengatur masyarakat paling bawah]. Kalau realitasnya masih seperti ini mau apa lagi, ya lockdown,” tegas Sri Sultan.

Solusi lokcdown, lanjut Sultan, juga mempertimbangkan bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan di DIY. Sepekan lalu, BOR di DIY masih 35%. Namun sepekan terakhir meningkat menjadi 75 persen.

“Karantina di rumah selama tidak punya toilet sendiri satu keluarga pasti kena. Kalau enggak punya toilet sendiri juga ke tetangga yang bisa nular dan sebagainya. Sehingga kita ketati. Mereka sekarang mobil tidak disiplin. Nek ora ya wis. Lockdown aja gitu nggak ada pilihan,” katanya.

Menurut Sultan peningkatan kasus positif ini tak terlepas dari kedisiplinan masyarakat. Sultan mengatakan Pemprov DIY telah membuat aturan hingga tingkat RT dan RW terkait pencegahan penularan Covid-19. Namun pelaksanaannya tidak berjalan sesuai harapan.

“Kemarin Ingub No 15/INSTR/ 2021 maunya ada keputusan izin Kelurahan harus sampai atasan (camat) gitu loh dan sebagainya. Dengan harapan semakin ketat masyarakat [tidak berkerumun] gitu. Tapi kalau masih tembus arep apa meneh. Ya lockdown,” jelasnya.

D For GAEKON