Kasus Pelecehan Pegawai KPI, Terduga Pelaku Akan Laporkan Korban Balik

0

Kasus Pelecehan Pegawai KPI, Terduga Pelaku Akan Laporkan Korban BalikGaekon.com – Kasus perundungan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pegawai KPI ini ternyata masih terus berlanjut. Kini terduga pelaku berencana melaporkan balik korban MS akibat identitas pribadi mereka disebar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Mereka tak terima identitas pribadinya disebar melalui rilis atau pesan berantai di aplikasi perpesanan. Kuasa Hukum terlapor RT dan EO, Tegar Putuhena, mengatakan rilis pers tersebut berisi identitas pribadi para terlapor.

Nama jelas dalam identitas tersebut diklaim dapat mengakibatkan ‘cyber bullying‘ baik terhadap terlapor maupun keluarga mereka.

“Yang terjadi ‘cyber bullying’ baik kepada klien kami, maupun keluarga dan anak. Itu sudah keterlaluan menurut kami. Kami berpikir dan akan menimbang secara serius untuk melakukan pelaporan balik terhadap si pelapor,” kata Tegar.

Ketiganya menurut Tegar akan mempertimbangkan pelaporan tersebut dan mempelajari unsur-unsur pidananya.

Tegar menilai rilis yang disebar di sejumlah grup media pada Rabu (1/9) itu telah membuka identitas pribadi yang membuat pelapor dapat dipidanakan karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Semua unsur-unsur pidana akan kami pelajari, misalnya pertama membuka identitas pribadi secara tanpa hak, itu sudah melanggar UU ITE. Kemudian dari situ disebarluaskan, terjadi ‘cyber bullying’ terhadap keluarga, foto keluarga disebarkan itu juga akan kita pertimbangkan,” kata Tegar.

Tegar membantah bahwa kliennya pernah melakukan perbudakan maupun pelecehan, baik verbal maupun seksual terhadap korban MS. Para terduga pelaku merasa tidak melakukan seluruh peristiwa perundungan sejak 2015 sampai 2017.

Tegar mengatakan pihaknya tidak menemukan bukti pendukung terkait dugaan kasus yang menimpa korban MS.

Salah satu poin peristiwa tahun 2015 menyebutkan terduga pelaku melecehkan MS dengan mendokumentasikan alat vital korban, sehingga mengakibatkan korban trauma jika foto tersebut disebar dan diperjualbelikan.

“Tidak ada. Kami justru menunggu polisi untuk membuktikan itu. Kalau memang ada, coret-coret, ada fotonya, monggo (dibuktikan). Mungkin kami akan ambil langkah juga. Kenapa kami mau mendampingi klien kami, karena memang fakta-fakta itu setelah kita uji beberapa kali, tidak ditemukan,” kata Tegar.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memanggil lima terduga pelaku perundungan dan pelecehan seksual. Mereka adalah RM alias O, FP, RE alias RT, EO dan CL. Kelimanya menjalani pemeriksaan di ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran.

D For GAEKON