Kasus Pesta Ulang Tahun Khofifah Dibandingkan Dengan Kasus Kerumunan HRS, Pelapor: Jika Pejabat Yang Melanggar Sanksinya Harus Lebih Berat

0

Kasus Pesta Ulang Tahun Khofifah Dibandingkan Dengan Kasus Kerumunan HRS, Pelapor: Jika Pejabat Yang Melanggar Sanksinya Harus Lebih BeratGaekon.com – Kasus kerumunan Pesta ulang tahun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kini dibandingkan dengan kasus Rizieq Shihab yang juga menjalani proses hukum karena kasus kerumunan.

Kasus ini dibandingkan oleh salah satu pelapor, Muhammad Sholeh. Pihaknya berharap hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Hukum diberlakukan untuk semua orang. Jika pejabat yang melanggar sanksinya harus lebih berat. Polisi harus mengusut tuntas,” tegasnya.

Rupanya tak hanya Sholeh, sejumlah masyarakat juga turut melaporkan, salah satunya Rumah Kemaslahatan Indonesia.

Pengacara dari elemen Rumah Kemaslahatan Indonesia Arihan Simahela mengatakan laporan tidak hanya ditujukan kepada Khofifah, namun juga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak dan Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono.

Ada dua dugaan pelanggaran yang dilaporkan. Pertama terkait Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 dan tentang Wabah Penyakit Menular, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan atau Pasal 216 KUHP.

“Selain itu kami juga melaporkan ketiga terlapor karena pelanggaran undang-undang Tipikor pasal 5 dan pasal 12 atas dugaan gratifikasi atau penggunaan APBD Jatim,” katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko membenarkan ada sejumlah laporan dan menindaklanjutinya.

Sementara itu Khofifah mengaku bahwa tidak merencanakan kegiatan itu. Meski demikian, acara berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa. Penjelasan di bawah ini semoga dapat memberikan info yang telanjur terdistorsi,” ujar Gubernur Khofifah

“Tidak ada lagu ulang tahun, tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer, juga tidak ada potong kue tar ultah, Ada band yang biasa dipakai latihan OPD dan ada Katon Bagaskara, karena 18 Mei sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda,” tulisnya.

Acara digelar di gedung berkapasitas sampai 1.500 orang namun saat itu hanya dihadiri 31 orang ditambah 10 anak yatim dan 8 orang tim rebana.

“Angle yang diambil terkesan berkerumun, saya mohon maaf, tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah, jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran karena pada dasarnya undangan duduk, kecuali tim katering dan bagian umum,” tulisnya.

Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengakui jika dirinya adalah inisiator dari acara tersebut. Ia bersumpah bahwa Khofifah tidak mengetahui tentang rencana acara tersebut. Bahkan ia mengaku bahwa yang hadir hanya 50 orang di gedung berkapasitas ribuan orang.

Sebelumnya beredar sebuah video yang diduga menggambarkan suasana pesta ulang tahun Gubernur Khofifah. Video berdurasi kurang dari 1 menit itu viral di media sosial sejak Jumat (21/5) pagi.

Dalam video itu terlihat sejumlah orang bernyanyi bersama penyanyi Katon Bagaskara. Video itu diketahui direkam pada Rabu (19/5) malam di rumah dinas Khofifah di kompleks Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Beredarnya video yang dianggap kerumunan itulah, Khofifah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

D For GAEKON