Kasus Ritual Mandi Bareng Tanpa Busana, Ini Pengakuan Sang Pemimpin Ajaran Aliran Hakekok Balakasuta

0

Kasus Ritual Mandi Bareng Tanpa Busana, Ini Pengakuan Sang Pemimpin Ajaran Aliran Hakekok BalakasutaGaekon.com – Pimpinan ajaran aliran hakekok balakasuta, Arya (52) mengakui bahwa ia sebenarnya ingin keluar dari aliran tersebut.

“Selesai dari situ langsung saya geser. itu maksudnya saya pengen keluar dari balakasuta segitu doang,” terangnya.

Melansir dari Kumparan, Sesuatu hal yang membuat Arya ingin keluar dari kelompok itu adalah soal janji memunculkan sosok Imam Mahdi.

Janji itu disampaikan pada 2005 di Bogor. Pengikutnya percaya sosok tersebut dapat memberikan kekayaan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

“Kemarin saya nuntut pengen keluar. Soalnya saya ngambil waktu segitu lamanya. Saya merasa banyak berdosa ke mereka. Cuma yang bisa memaafkan bukan saya,” tambahnya.

Arya mengatakan bahwa 16 orang yang ikut mandi bersama itu merupakan keluarganya. Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana mengatakan sebanyak 16 orang tersebut akan dikirim ke pesantren. Mereka akan didampingi secara khusus oleh pemuka agama.

“Dari 16 orang itu, mereka nanti akan dipesantrenkan biar sadar. Nanti tempatnya Pemda yang nyiapin,” ucap Riky, Minggu (14/3).

Aliran hakekok balakasuta sebelumnya sempat hebohkan masyarakat Pandeglang, Banten. Pasalnya kelompok aliran tersebut melakukan ritual mandi bersama tanpa busana.

Arya mengaku, ia dan 16 orang lainnya melakukan ritual tersebut pada Kamis (11/3). Ritual mandi bersama itu dilakukan di sebuah penampungan air milik PT GAL yang berada di Desa Banyuasih Kecamatan Cigeulis.

D For GAEKON