Kasus Ritual Ruwatan Temanggung, Polisi Ungkap Alasan Mayat 4 Bulan Disimpan Tak Berbau

0

Kasus Ritual Ruwatan Temanggung, Polisi Ungkap Alasan Mayat 4 Bulan Disimpan Tak BerbauGaekon.com – Kasus ritual ruwatan di Temanggung, Jawa Tengah menemukan titik terang. Anak dibawah umur A (7) diruwat hingga meninggal dunia. Mayatnya kemudian disimpan selama kurang lebih 4 bulan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Ritual ruwat tersebut dilakukan dengan membenamkan wajah dan tubuh A ke dalam bak mandi hingga tewas dan mayatnya diletakkan di atas kasur selama 4 bulan.

Polisi mengungkap alasan mengapa tidak ada bau yang tercium meskipun mayat disimpan selama berbulan-bulan. Kasat Reskrim Polres Temanggung Setyo Hermawan mengatakan bahwa jarak TKP dan rumah warga lumayan jauh, sehingga tidak tercium.

“Pertama karena faktor kondisi rumah dan denah dari rumah atau TKP, tetangga sekitar tidak bisa mencium bau mayat karena jarak dari rumah TKP dengan sebelahnya ini lumayan dan lokasi kamar penyimpanan memang rapat,” kata Setyo.

Setyo juga mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan ditemukan adanya pengharum ruangan untuk mengaburkan bau mayat tersebut.

Menurut keterangan para pelaku, mayat tersebut sengaja dibaringkan di atas kasur dan dibiarkan selama berbulan-bulan karena meyakini A akan hidup kembali.

Ritual ruwatan ini dianggap dapat menghilangkan sifat nakal karena makhluk gaib yang ada di tubuh korban. Dukun (H) dan asistennya (B) mengatakan kepada kedua orang tua korban (M dan S) bahwa anaknya merupakan titisan genderuwo dan kelak dapat meresahkan warga sekitar.

Setyo menjelaskan bahwa dukun tersebut menyakinkan kedua orang tua korban bahwa dia memiliki kemampuan menghidupkan kembali.

Alhasil kedua orang tua yakin bahwa nantinya anak ini akan hidup lahir kembali dengan meninggalkan sifat nakalnya.

D For GAEKON