Kasus Seleksi Perangkat Desa Di Gresik, Sarjana Unair Kalah Dengan Kejar Paket C, Bupati Turun Tangan

0

Kasus Seleksi Perangkat Desa Di Gresik, Sarjana Unair Kalah Dengan Kejar Paket C, Bupati Turun TanganGaekon.com – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani turun tangan soal sarjana lulusan Universitas Airlangga yang kalah bersaing dengan dua orang lulusan kejar paket C saat seleksi perangkat Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribunnews, Dua orang lulusan kejar paket C yang bisa mengalahkan lulusan Universitas Airlangga ini mengundang keganjalan. Apalagi dua orang lulusan kejar paket C tersebut adalah suami istri.

Bupati Fandi menangani proses seleksi perangkat Desa Munggugebang itu melalui Inspektorat Gresik.

Kepala Inspektorat Gresik, Eddy Hadisiswoyo mengatakan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung. Ia belum bisa berbicara banyak terkait hasil terbaru dari pemeriksaan tersebut.

“Masih dalam pemeriksaan,” ucap Eddy.

Setelah dua pekan berjalan, seleksi perangkat desa yang viral itu masih dalam pemeriksaan. Proses pemeriksaan itu membuat posisi Kasi Pemerintahan Desa yang dimenangkan oleh Suparno dan istrinya, Sri Danarti, tidak kunjung dilantik.

Berdasarkan pemeriksaan pasutri tersebut mendapatkan nilai 100 dan 99. Sedangkan lawannya, Wildan Erhu Nugraha dari Universitas Airlangga mendapatkan nilai 68.

Hingga detik ini, Wildan mengaku belum mendapat panggilan dari pihak desa terkait kasus ini. Ia berharap ada pemanggilan dari kantor desa untuk mediasi.

Sementara Camat Benjeng, Suryo Wibowo saat dikonfirmasi belum berbicara banyak. Pihaknya telah memberikan keterangan terkait hasil seleksi perangkat Desa Munggugebang yang disinyalir ada kecurangan tersebut.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan khusus atau investigasi dari inspektorat.

D For GAEKON