Kasus Suap Bank Panin, Ternyata Pajaknya Tembus Rp1,3 Triliun

0

Kasus Suap Bank Panin, Ternyata Pajaknya Tembus Rp1,3 TriliunGaekon.com – Kasus suap rekayasa pajak yang melibatkan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu dan PT Bank PAN Indonesia (Panin) Tbk mengungkap fakta baru.

Menurut pengakuan staf pajak Bank Panin, Hendi Purnawan, bank tersebut punya kewajiban pajak pada 2016 hingga Rp1,3 triliun.

Melansir dari IDNTimes, hendi mengatakan nominal kewajiban pajak hingga triliunan rupiah itu muncul usai dilakukan pemeriksaan ulang. Jaksa Pengadilan Tipikor awalnya menanyakan pemeriksaan ulang nominal kewajiban pajak Bank Panin. Hendi pun mengatakan sudah dilakukan pemeriksaan ulang, di mana hasilnya diketahui mencapai Rp1,3 triliun.

“(Yang melakukan pemeriksaan ulang) Ditjen Pajak, pemeriksaan ulang setelah ada kasus (dugaan suap) ini,” katanya.

Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Pajak Angin Prayitno Aji dan mantan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Dadan Ramdani, merupakan terdakwa dalam kasus tersebut.

Keduanya didakwa menerima suap senilai Rp57 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari Rp15 miliar dan 4 juta dolar Singapura.

Uang tersebut didapat dari Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, dari Veronika Lindawati selaku Kuasa PT Bank Pan Indonesia (Panin), dan dari Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama.

Hendi baru mengetahui bahwa Veronika terlibat dalam pengurusan pajak Bank Panin setelah mendapat informasi dari Chief Financial Officer PT Bank Panin, Marlina Gunawan.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan Wawan Ridwan selaku mantan Supervisor Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, sebagai tersangka.

Wawan diduga menerima uang suap senilai 625 ribu dolar Singapura setelah terlibat dalam rekayasa pajak Bank Panin. Wawan ditangkap penyidik KPK karena tak kooperatif. Tim KPK menangkap dia di kantornya, Kota Makassar, Rabu 10 November 2021.

D For GAEKON