Kasus Suap Bansos Covid-19, Hari Ini Dua Penyuap Juliari Jalani Sidang Perdana

0

Kasus Suap Bansos Covid-19, Hari Ini Dua Penyuap Juliari Jalani Sidang PerdanaGaekon.com – Dua penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja akan menjalani sidang perdana Hari ini (24/2).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Medcom, keduanya akan menjalani sidang perdana kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah menerima penetapan hari sidang.

“Sebagaimana informasi yang kami terima, tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima penetapan hari sidang dalam perkara dugaan korupsi suap bansos Kementerian Sosial (Kemensos) tahun anggaran 2020 dengan terdakwa Harry dan Ardian,” terang Ali Fikri.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun dari laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu pagi, 24 Februari 2021.

Sidang diagendakan dengan pembacaan surat dakwaan. Perkara Harry dan Ardian dipisah. Ini tampak dari nomor perkara yang berbeda.

Nomor perkara Harry 8/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst, sedangkan Ardian 9/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst.

Jualiari menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako Covid-19 di Jabodetabek pada 2020.

Kasus tersebut menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta Ardian dan Harry.

Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako.

Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

Harry dan Ardian akan didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

D For GAEKON