Kasus Suap Bupati Nganjuk, Aliran Dana Akan Ditelusuri

0

Kasus Suap Bupati Nganjuk, Aliran Dana Akan DitelusuriGaekon.com – Kasus suap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat akan terus diusut tuntas oleh Polri. Aliran dana tersebut akan ditelusuri terkait dugaan ada atau tidaknya dana yang mengalir ke partai politik (parpol).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Republika, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengaku akan menelusuri aliran dana tersebut.

“Pasti akan kita perdalam, akan kita tanyakan secara mendetail, terima uang, uang dibelikan apa, uang dikirim ke mana, atau uang dibuat apa, jadi nanti ya nanti kita tunggu dari penyidik Tipikor Bareskrim untuk melakukan pendalaman,” terangnya.

Argo mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri telah memeriksa 18 orang terkait kasus ini.

Novi Rahman saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Dari penangkapan itu bahwa kita kita memeriksa beberapa saksi berkaitan dengan hal tersebut ada 18 orang saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan,” ujar Argo.

Argo mengatakan, pihaknya belum menemukan bukti bahwa ada aliran dan yang mengarah ke petinggi partai politik. Ia mengatakan bahwa penyidik yang menangani kasus Bupati Nganjuk masih terus bekerja bahkan sampai ke dugaan tersebut.

“Apakah ada yang nyuruh, kemudian apakah nanti uang dikumpulkan untuk apa dan sebagainya ya, itu masih akan berkembang akan kami sampaikan kembali,” tegasnya.

PDIP maupun PKB saling lempar keanggotaan Novi Rahman, keduanya tak mengakui Novi Rahman adalah kadernya.

Padahal, Pasangan kepala daerah Nganjuk Novi Rahman Hidayat-Marhaen Djumadi diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Hanura.

Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim menyatakan, PKB mendukung penuh langkah KPK bersama Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas kasus korupsi jual beli jabatan dan korupsi lain di Nganjuk.

Pihaknya mempersilakan penegak hukum untuk mengungkap hingga terang benderang aliran dana dalam kasus tersebut.

KPK dan Bareskrim melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Nganjuk pada Ahad (9/5). KPK menyerahkan penyidikan perkara jual beli jabatan Bupati Nganjuk kepada Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri.

D For GAEKON