Kebanyakan Makan Babi Akhirnya Jadi LGBT

0

Di sini penulis sangat menyayangkan adanya video ceramah agama yang isinya adalah bentuk aktif pembodohan yang terstruktur, sistematis dan massif.

Sering kita dengar bahwa kita adalah apa yang kita makan. YES. Biasanya sih di halaman promosi obat diet, acara kesehatan oleh dokter atau kalau mau lebih sophisticated sedikit, temen-temen mungkin pernah tau bahwa kata ini berasal dari Anthelme Brillat-Savarin yang menulis di journal Physiologie du Gout, ou Meditations de Gastronomie Transcendante, pada tahun 1826 yang berkata:

“Dis-moi ce que tu manges, je te dirai ce que tu es.” Beri tahu aku apa yang kamu makan, akan kuberi tahu siapa dan apa kamu itu.

Pesan yang ingin di katakan di sini adalah apa yang kamu makan berpengaruh terhadap kesehatan dan kondisi mental kamu. Contohnya makan gula bisa bikin kita happy, tenang, berat badan naik dan juga di akhiri oleh kecanduan atau depresi bila di konsumsi dalam jumlah banyak. Studi juga sudah membuktikan bahwa gula memiliki tingkat rasa candu lebih tinggi dari cocaine.

Ingat, terlalu banyak menkonsumsi gula akan berpengaruh terhadap berat badan kamu ( Gendut guys… ) dan juga pada saat kamu makan makanan yang mengandung gula tinggi atau glukosa , maka tubuh akan mengeluarkan insulin. Fungsi dari insulin adalah menuntun perjalanan glukosa di dalam darah. Ingat, glukosa tidak bisa di simpan di dalam tubuh dan gula ini siap untuk di bakar oleh tubuh saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi ( seperti menulis artikel ini dan mencoba membayangkan apa yang di makan oleh orang di video itu sehingga bisa menghubungkan babi dengan LGBT )

Tubuh kita tentunya tidak ingin glukosa ini jalan-jalan sendiri maka, di luncurkanlah Endorfin, dophamin dan serotonin. Sehingga, pada saat itu juga kamu akan merasa bahagia, happy bahkan tenang. Karena kedua hormon ini adalah neurotransmitter yang disekresikan oleh sel-sel saraf yang mempengaruhi aktivitas sel-sel saraf lainnya.

Tapi kalau makan kerupuk jadi punya mental kerupuk, atau makan babi menjadi LGBT kok penulis belum perna menemukan riset ilmiahnya? Mungkin teman2 ada yang bisa bantu untuk memberi sumber ilmiah nya?

Ceramah seperti ini yang ingin menggabungkan agama dengan kesehatan bila di dengar oleh pihak yang tidak bisa memilah informasi dengan baik (seperti di negeri kita) bisa dengan cepat menyebar dan menjadi pembodohan umum.

For GAEKON