Kecanduan Gawai, Ratusan Anak Berobat Jalan Ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat

0

Kecanduan Gawai, Ratusan Anak Berobat Jalan Ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa BaratGaekon.com – Kecanduan gawai pada anak di Jawa Barat kian hari kian memprihatinkan. Apalagi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini justru membuat waktu anak dengan gawai semakin intens, karena untuk keperluan sekolah secara daring.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menjenguk ratusan pasien anak kecanduan gawai di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (16/3).

Wagub Uu meminta para orang tua agar membatasi interaksi anak-anaknya dengan gawai. Pasalnya Pemprov Jabar memandang masalah ini sangat serius dan perlu dicegah sejak dini.

“Penting diketahui orang tua bahwa penggunaan gawai lebih dari enam jam per hari berbahaya bagi mental dan psikis anak,” kata Uu.

Gawai bisa digunakan hanya saat pembelajaran daring. Peran orang tua disini sangat penting, mereka harus selalu mengawasi buah hatinya. Tak hanya itu, konten yang dibuka anak pun perlu diawasi agar tidak terpapar hal-hal negatif.

“Orangtua untuk selalu mengawasi dan menemani anak-anak ketika menggunakan gawai pada setiap situasi dan kondisi,” tambah Uu.

Uu menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak kecanduan gawai. Diantaranya yaitu karena fitur gim online dan platform media sosial.

“Dia awalnya punya gangguan dengan stres, banyak mengurung diri, tidak punya teman kemudian dia pegang handphone, maka terjadilah adiksi,” ungkap Uu.

Uu mengatakan bahwa penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak.

Jika dilakukan konsisten, anak akan merasa diperhatikan orangtua dan aktivitas bermain gawai menjadi tidak menyenangkan. Untuk meminimalisasi kecanduan gawai pada anak, salah satu cara yang dilakukan Pemprov Jabar adalah dengan membuat program Setangkai (Sekolah Aman Menggunakan Gawai).

Program Setangkai digagas awal 2020 sebelum pandemi Covid-19. Namun, setelah pandemi Setangkai berubah arti menjadi Sekolah Aman Menggunakan Gawai. Program ini adalah satu program unggulan di tahun 2021-2022.

Sebagai informasi, berdasarkan data per Januari 2021, sudah ada delapan pasien yang dirawat di RSJ Cisarua. Sementara, pasien yang berobat jalan tercatat sekitar 200 anak.

D For GAEKON