Bikin Warga Wadas Resah, Kedatangan Intensif Aparat Kepolisian Akan Dilaporkan Gempadewa Ke Mabes Polri

0

Bikin Warga Wadas Resah, Kedatangan Intensif Aparat Kepolisian Akan Dilaporkan Gempadewa Ke Mabes PolriGaekon.com – Kedatangan intensif aparat kepolisian di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah membuat warga sekitar resah.

Menanggapi hal itu, Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) akan melaporkannya ke Mabes Polri. Kuasa Hukum warga desa Wadas (Gempadewa), Julian Dwi Prasetya mengatakan bahwa pihaknya sudah mencatat laporan masyarakat terhadap aksi aparat ke Desa Wadas.

“Dengan catatan dari warga hingga 16 kali aparat berpatroli ini akan kami laporkan ke Mabes Polri. Meskipun tidak tahu apakah akan direspon atau tidak,” terang Julian.

Julian menilai bahwa kecil kemungkinan laporan Gempadewa direspon oleh kepolisian. Namun, ia menyebut cara ini bisa menunjukkan bagaimana polisi menindaklanjuti laporan masyarakat yang jarang terselesaikan.

“Sebelumnya pada kejadian 23 April (ricuh aparat dan warga) sudah kami laporkan dan mengirim surat keberatan ke Kapolri. Namun sampai saat ini tidak ada respon apapun, tinggal kami lihat bagaimana polisi merspon laporan ini,” ujar dia.

Julian juga menyoroti kegiatan aparat ke Desa Wadas yang diluar kata normal. Jika hanya untuk patroli, seharusnya polisi menjaga keamanan warga Wadas.

“Kalau warga sudah mencatat hampir 16 kali aparat berpatroli, kita tidak bisa naif ini adalah patroli biasa. Apalagi ini spesifik di Desa Wadas saja. Terlebih lagi, warga khawatir patroli aparat ini bukan menjaga warga tapi justru mengamankan proyek (penambangan andesit),” terangnya.

Kekhawatiran itu muncul karena saat peristiwa keributan April 2021 lalu, aparat bertindak represif. Bahkan tak sedikit warga yang ditangkap saat itu.

Direktur Walhi Yogyakarta, Halik Sandera mempertanyakan dalih patroli yang dilakukan aparat. Jika memang ingin menjaga keamanan, cukup beberapa personel dan tidak perlu membawa senapan laras panjang.

Sebelumnya, warga Wadas merasa khawatir dan trauma dengan kedatangan aparat polisi berseragam lengkap dengan senapan laras panjang ke desa setempat. Tidak hanya 1-2 hari, warga mencatat lebih dari 15 kali aparat datang berpatroli.

D For GAEKON