Kedatangan Polisi Bersenjata Lengkap, Begini Pro Kontra Warga Desa Wadas

0

Kedatangan Polisi Bersenjata Lengkap, Begini Pro Kontra Warga Desa WadasGaekon.com – Pro kontra warga Desa Wadas terkait rencana penambangan batu andesit atau quarry untuk pembangunan Bendungan Bener hingga kini terus bergulir. Baru-baru ini mereka mengaku resah dengan adanya polisi bersenjata lengkap mendatangi daerah mereka.

Warga Resah Dengan Adanya Patroli Polisi Bersenjata

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Dalam beberapa hari terakhir, sebagian warga mengaku resah dengan adanya patroli yang dilakukan oleh polisi bersenjata. Namun ada pula yang justru merasa nyaman dan merasa terlindungi dengan kehadiran aparat tersebut.

Korlap Wadas Cerdas, Jamil Rozy yang mewakili masyarakat pro quarry memiliki pendapat berbeda. Dengan adanya patroli tersebut, menurutnya justru warga merasa aman dan terayomi.

“Kalau menurut kami dari warga yang pro, dengan adanya patroli itu justru sangat membantu, mental kita rasa kita ada yang melindungi, lebih tenang lagi kalau ada patroli. Kami sangat bangga dengan patroli pak polisi, bukan meresahkan. Bagi kami justru memberikan pengayoman,” Ungkapnya.

Salah seorang warga bernama Astri (28) mengatakan bahwa warga yang pro dan kontra quarry justru lebih banyak yang pro. Menurutnya sejumlah polisi yang menjaga dan membawa senjata itu termasuk hal yang wajar dan tidak mencekam.

“Wajar lah itu kan memang pekerjaannya polisi, kalau bawa senjata ya itu kan kelengkapan mereka buat keamanan kalau ada apa-apa, buat keamanan masyarakat. Terlalu berlebihan kalau sampai bilang mencekam. Terus warga yang pro sama yang kontra itu banyak yang pro, sekitar 90 persen. Ya mereka itu (yang kontra) selalu cari kesalahan,” katanya.

Warga pro quarry yang tergabung dalam komunitas ‘Wadas Cerdas’ bahkan menggelar istigasah di desa lain untuk tetap menjaga ketenangan dan suasana kondusif.

Acara tersebut diadakan di Pasar Djoho Desa Cacaban Kidul, Kecamatan Bener, Jumat (24/9) sore. Jamil mengatakan bahwa istigasah diadakan di desa tersebut lantaran di Desa Wadas sudah tak nyaman lagi.

“Kenapa istigasah di sini, jadi kita mencari ketenangan saja karena di Desa Wadas sudah tidak dapat kenyamanan lagi makanya di sini biar acara istigasah ini berjalan lancar, tenang dan damai,” kata Jamil.

Jamil menjelaskan bahwa tujuan istigasah ini untuk menghilangkan segala kesulitan dan masalah yang dihadapi warga Desa Wadas.

Tak hanya itu, mereka juga berharap agar pembangunan Bendungan Bener berjalan lancar, aman dan warga yang terdampak quarry bisa memperoleh ganti rugi yang layak sehingga perekonomian meningkat.

“Kita agendakan untuk istigasah supaya kita sebagai warga yang mengalami kesulitan atau masalah bisa adem. Harapannya kami selaku warga pro yang selalu terintimidasi dapat ketenangan lahir dan batin, dan harapan kedua untuk pembangunan Bendungan Bener khususnya di daerah Wadas yang menjadi lokasi quarry ke depannya bisa meningkatkan perekonomian warga Wadas,” jelasnya.

Sebelumnya, perwakilan warga Desa Wadas mendatangi kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta, untuk mengadukan terkait patroli polisi yang dianggap meresahkan. Salah seorang perwakilan warga Wadas, M Azim, mengatakan aparat bersenjata lengkap sudah 3 hari terlihat di desanya.

“Aparat tiga hari ini dengan motif apapun mereka datang dan motif ini bisa dibilang cukup lucu karena cuma bagi-bagi masker atau patroli. Akan tetapi mereka datang dengan senjata lengkap. Ada tujuh orang dan yang lima pakai senjata lengkap,” kata Azim.

Menurut Azim, kehadiran aparat ini membuat warga resah. Apalagi di desa tersebut pada 23 April 2021 terjadi bentrok antara warga dan aparat.

D For GAEKON