Kehabisan Obat Dan Makanan, Sekeluarga Yang Lagi Isolasi Mandiri Ini Malah Diintimidasi Tetangganya

0

Kehabisan Obat Dan Makanan, Sekeluarga Yang Lagi Isolasi Mandiri Ini Malah Diintimidasi TetangganyaGaekon.com – Beredar sebuah video yang memperlihatkan kisah pilu satu keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat mereka melakukan isolasi mandiri di rumah bukannya mendapat bantuan namun justru mendapat cacian.

Dalam video yang diunggah akun @fakta.beriita di instagram memperlihatkan seorang perempuan positif Covid-19 ini tengah merekam sejumlah tetangganya yang berdatangan ke rumah.

Keluar Rumah Untuk Membeli Obat

Perempuan ini bertujuan hendak keluar rumah karena persediaan obat dan makanan sudah habis. Ia bermaksud ingin pergi ke puskesmas.

Beberapa warga mendatangi rumah keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Keluarga itu disebut mendapat intimidasi dari warga untuk tidak diperkenankan keluar rumah.

Di dalam rumah tersebut ada empat orang, Ibu dan tiga anak remaja, tiga Positif dan satu negatif. Meski sudah dijelaskan bahwa salah satu dari mereka negatif dan kebutuhan keluar hendak membeli obat serta makanan, namun warga tetap tak terima.

Salah seorang warga mengungkapkan rasa tidak terimanya itu dengan menggedor-gedor pagar rumah keluarga itu. Mereka mengatakan bahwa keluarga itu sudah positif Covid-19, sehingga tidak ada yang boleh keluar rumah, bahkan termasuk untuk membeli obat ke apotek.

“Iya bagaimana? Mau membeli obat! Memang mau mati di sini?” kata salah satu anggota keluarga tersebut yang terdengar dalam video.

Menurut informasi, keluarga yang terpapar itu memang tidak memiliki kerabat dekat untuk membantu. Pasalnya, keluarga mereka masih tertahan, berada di Purwakarta karena ada PPKM.

Video tersebut akhirnya viral di media sosial dan mengundang komentar warganet. Banyak dari mereka yang merasa kasihan dengan keluarga tersebut.

“Coba saja kalau lu bang yang kena tuh covid, digituin, mau gak lu? Bukan membantu sesama malah mengintimidasi. Memang RT-nya gak ada, ya?” kata Bachtiar Anwar.

“Seharusnya dibantu bukan diintimidasi,” ujar akun Pria Cipta Anugerah.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Jalan Tipar Selatan VII, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

D For GAEKON