Keluarga Korban Pencurian Di Sumut Dilaporkan Polisi, Warganet: #Percumalaporpolisi

0

Keluarga Korban Pencurian Di Sumut Dilaporkan Polisi, Warganet: #PercumalaporpolisiGaekon.com – Dua orang anggota keluarga korban pencurian di Sumatera Utara dilaporkan balik setelah terlibat konfrontasi langsung dengan seseorang yang diduga sudah membobol rumahnya.

Korban Pencurian Di Laporkan Ke Polisi Oleh Terduga Maling

Melansir dari suara.com, Riadi Gembung (45) dan Hendri Riko Purba (44) dipolisikan oleh terduga maling berinisial DD.

Keduanya dilaporkan atas tuduhan pemukulan yang dilakukan secara bersama-sama. Awalnya, di rumah putri Riadi Gembung, Dewi terjadi pencurian barang berharga dan uang tunai Rp 5 juta pada Minggu (7/3).

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang dicurigai adalah DD, BG, dan WN. Gembung bersama Hendri Riko Purba lantas menyambangi DD selaku salah satu pelaku yang dicurigai.

DD kemudian dijemput dari rumah kakaknya pada Senin (8/3) malam yang bahkan telah mendapat izin dari sang kakak juga.

Hendri mengaku jika malam itu ia dan Gembung hanya menginterogasi DD yang mengakui bahwa BG dan WN-lah aktor utama pencurian rumah Dewi. Sehingga tidak ada penganiayaan yang dilakukan.

DD diantar kembali ke rumah kakaknya malam itu juga pukul 23.30 WIB,” sambungnya.

DD kemudian melaporkan Riadi Gembung dan Hendri Riko Purba ke Polsek Hamparan Perak dengan pengakuan telah dianiaya.

Petugas Polsek Hamparan Perak kemudian menangkap Gembung di rumahnya Sabtu (16/4) pukul 00.00 WIB. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Iptu HD Simanjuntak, menyebut penangkapan Riadi Gembung sudah sesuai hukum yang berlaku.

Kata membonceng di situ dengan perbuatan memanggil lalu kemudian kawannya memukul si pelapor, itulah merampas kemerdekaan,” tutur HD Simanjuntak.

Istri Riadi Gembung yang bernama Irma menyatakan suaminya tidak melakukan pemukulan. Warga sekitar pun sering kemalingan dan sudah resah dengan aksi maling. Warga menyebut DD juga sering kedapatan mencuri di kawasan tersebut.

Kemarin mencuri HP, mencuri ayam, dan itu semua berakhir damai. Jadi nggak ada efek jeranya, mungkin tunggu dimassa dulu baru jera itu,” kata seorang warga Blok Gading Dusun 20 Lorong Pertanian, Desa Klambir V.

Berita tersebut sontak menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Dipantau di kolom komentar, banyak warganet yang terang-terangan menuliskan tagar #percumalaporpolisi.

Pencuri makin berjaya kalau begini… Hadeeeeh,” komentar warganet.

Akibat pejabatnya suka buat dagelan.. sekarang masyarakatnya ikutan dagelan..,” sindir warganet.

Beberapa waktu lalu seorang korban begal di Nusa Tenggara Barat malah menjadi tersangka setelah melakukan pembelaan diri saat diserang. Kontroversi jelas langsung mengiringi kasus yang berakhir dengan SP3 tersebut.

D For GAEKON