Kembangkan Alat Deteksi Covid-19, Mulai Pekan Ini Thailand Akan Uji Virus Dari Keringat Ketiak

0

Kembangkan Alat Deteksi Covid-19, Mulai Pekan Ini Thailand Akan Uji Virus Dari Keringat KetiakGaekon.com – Usai viral soal uji deteksi Covid-19 dengan metode kumur-kumur atau BioSaliva, kini kembali jadi perbicangan deteksi Covid-19 dengan keringat.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Thailand tengah mengembangkan alat pendeteksi Covid-19 dari keringat ketiak.

Para peneliti menjelaskan bahwa keringat ketiak mungkin mengandung sampel virus SARS-CoV-2. Salah satu peneliti dari Universitas Chulalongkorn Bangkok, Dr. Chadin Kulsing mengatakan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 mengeluarkan bahan kimia berbeda.

“Dari sampel, kami menemukan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 mengeluarkan bahan kimia yang sangat berbeda,” kata Dr. Chadin.

Alat deteksi virus jenis baru ini akan diuji coba kepada pedagang di sebuah pasar di Ibu Kota Bangkok pekan ini.

“Kami menggunakan temuan ini untuk mengembangkan alat pendeteksi bau spesifik yang dihasilkan oleh bakteri tertentu dalam keringat pasien Covid-19,” tambahnya.

Sampai saat ini, alat tersebut masih dalam tahap pengembangan. Penelitian terkait perangkat ini pun belum dipublikasi atau diverifikasi oleh lembaga berwenang. Alat tes Covid-19 dari keringat ini mengadaptasi perangkat yang biasanya digunakan untuk mendeteksi bahan kimia beracun.

Cara mendeteksi dengan alat ini yaitu, pasien diminta terlebih dahulu meletakkan kapas di bawah lengan selama 15 menit, sebelum kapas dimasukkan ke dalam botol kaca dan disterilkan dengan sinar ultraviolet. Hasilnya akan selesai dalam waktu 30 detik.

“Teknisi kemudian mengambil sampel dalam jumlah yang sesuai menggunakan selang hisap dan menekan itu ke dalam botol pengujian untuk mengetahui hasilnya,” terangnya.

Meski terlihat sedikit menggelikan, namun masyarakat di Thailand menyambut dengan baik. Para pedagang di pasar Bangkok justru setuju dan menilai alat ini lebih nyaman digunakan dibandingkan tes swab lewat hidung.

“Dengan tes PCR saya harus berada di laboratorium tempat pengujian, duduk, dan menunggu hasilnya dan itu hanya membuang waktu saya,” ujar salah satu pedagang di pasar.

Dr. Chadin mengklaim bahwa tes Covid-19 dengan alat ini 95 persen akurat. Ia juga berharap tes ini dapat menjadi salah satu alternatif alat deteksi Covid-19 dengan harga yang lebih terjangkau dari polymerase chain reaction (PCR) dan antigen.

D For GAEKON