Temuan Kasus Belum Optimal, Kemendikbudristek Akan Gunakan Pedulilindungi Untuk Sekolah

0

Temuan Kasus Belum Optimal, Kemendikbudristek Akan Gunakan Pedulilindungi Untuk SekolahGaekon.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk sekolah.

Melansir dari Liputan6, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan bahwa sistem pendataan untuk melaporkan temuan kasus Covid-19 pada warga (sivitas) sekolah selama pandemi belum optimal, maka dari itu pihaknya akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Adanya 4 mispersepsi tadi, dikarenakan keterbatasan akurasi dari laporan satuan pendidikan, jadi kita tahu dari validitas laporan itu kalo kami melakukan klarifikasi ke lapangan tentu tak mungkin, seperti 45 ribu sekolah kami cek satu persatu tentu sangat berat,” ujar Jumeri.

Sebelumnya Jumeri mengatakan ada empat misinformasi soal temuan 1.303 sekolah yang menjadi klaster penularan Covid-19. Data tersebut bukan klaster Covid-19 melainkan jumlah sekolah yang mengaku terdapat warga (sivitas) sekolahnya terinfeksi Covid-19.

“Angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukanlah data klaster Covid-19, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19. Sehingga, lebih dari 97 persen satuan pendidikan tidak memiliki warga sekolah yang pernah tertular Covid-19,” ujar Jumeri.

Miskonsepsi kedua, belum tentu juga penularan Covid-19 terjadi di satuan pendidikan. Data tersebut didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari Kemendikbudristek.

Miskonsepsi ketiga, Jumeri menjelaskan bahwa angka 2,8 persen satuan pendidikan yang diberitakan itu bukanlah laporan akumulasi dari kurun waktu satu bulan terakhir.

Miskonsepsi keempat adalah isu yang beredar mengenai 15.000 (lima belas ribu) siswa dan 7.000 (tujuh ribu) guru positif Covid-19 berasal dari laporan yang disampaikan oleh 46.500 satuan pendidikan yang belum diverifikasi, sehingga masih ditemukan kesalahan.

D For GAEKON