Kementerian Luar Negeri RI Bantah Isu Indonesia Dukung Rencana Militer Myanmar

0

Kementerian Luar Negeri RI Bantah Isu Indonesia Dukung Rencana Militer MyanmarGaekon.com – Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari setelah komisi pemilihan menolak tuduhan penipuan, setelah partai pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi pemungutan suara.

Junta menjanjikan pemilu baru, tetapi tanpa menetapkan jadwal yang pasti. Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir tiga pekan dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.

Banyak pemberitaan beredar mengenai Indonesia yang mendukung rencana militer Myanmar untuk menyelenggarakan pemilihan umum baru, setelah kudeta terhadap pemerintahan sipil negara itu pada 1 Februari lalu. Namun hal ini dibantah keras oleh Kementerian Luar Negeri RI.

“Saya membantah adanya plan of action (rencana aksi—red). Itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

Faizasyah justru mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi sedang berupaya melakukan konsultasi dan mengumpulkan pandangan dari negara-negara ASEAN, sebelum pelaksanaan pertemuan khusus para menlu ASEAN untuk membahas krisis politik di Myanmar.

Pertemuan khusus itu telah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, awal Februari.

Untuk berkonsultasi tentang peran ASEAN guna membantu penyelesaian krisis politik Myanmar, Retno telah berkunjung ke Brunei Darussalam dan Singapura. Rencananya akan dilanjutkan ke Thailand dalam waktu dekat.

“Yang ingin kita garisbawahi adalah bagaimana kita menemukan satu solusi damai di Myanmar yang bersifat satu proses politik demokrasi yang inklusif, yang melibatkan semua pihak,” kata Faizasyah menegaskan.

Sebelumnya, terjadi aksi unjuk rasa di depan Gedung KBRI Yangon pada Selasa (22/2), oleh warga Myanmar yang menentang kudeta militer dan menolak adanya pemilu baru. Sejauh ini aksi tersebut berlangsung damai dan tanpa kekerasan.

Namun beberapa waktu terakhir, situasi di Myanmar menjadi tidak stabil karena aksi demonstrasi yang terus berlangsung dari hari ke hari.

D For GAEKON