Kena Tipu Pembeli, Penjual Takjil Ini Nunggu Sampai Jelang Maghrib Tak Kunjung Dibayar

0

Kena Tipu Pembeli, Penjual Takjil Ini Nunggu Sampai Jelang Maghrib Tak Kunjung DibayarGaekon.com – Bulan suci Ramadan ternyata tak menyurutkan orang yang ingin berbuat curang kepada sesamanya. Baru-baru ini seorang penjual takjil menjadi korban penipuan pembeli.

Pembeli tersebut diketahui menghilang setelah pesan puluhan makanan. Video tersebut dibagikan lewat akun TikTok meytanjanto. Dalam video itu, penjual takjil ini menceritakan kisahnya sembari memperlihatkan lapak dagangan takjilnya.

Banyak warganet yang iba melihat kisah sang penjual takjil ini. Mereka ramai-ramai mengecam tindakan pembeli yang tak bertanggung jawab.

“Mungkin pas nyari lontong palanya kejedot tiang mba, berdarah-darah jadi lupa ingatan,” tulis Aida Silmi.

“Mungkin dia pas beli lontong wafat ketabrak mbak, maafin dia ya,” kata Mia Zainun.

Awalnya, ada seorang pria yang datang ke lapaknya untuk memesan makanan. Ia mengaku senang karena masih sore dagangannya sudah ada yang membeli.

“Sekitar jam 4 sore tadi ada papa muda atao masih bujang gitu yaa, lewat beli takjil 10 cup..alhamdulillah dong,” tulisnya.

Penjual takjil ini bertambah bahagia saat pembeli itu menambah pesanannya yang awalnya 10 cup menjadi 21 cup.

“Dia sambil nelpon gitu terus dia bilang otw 2 menit, dia bilang mbak ntar saya jemput dulu..bener balik lagi nambah 11 cup, jadi 21 cup,” tambahnya.

Melihat sikap pembeli, penjual takjil tak menaruh curiga sama sekali dan bergegas menyiapkan pesanan pembeli. Namun ia mulai merasa aneh, ketika pembeli menyampaikan permintaan khusus soal pengemasan.

“Awalnya gak curiga, tapi kok banyak permintaan. Tadinya ada bungkus 2/kantong kecil jadi mbak3/kantong. Tapu tetep saya kerjain namanya dibeli banyak senang dong,” beber penjual takjil.

Pria ini mengaku bahwa takjil yang dipesan itu akan dibagikan ke panti asuhan, sehingga ia meminta kantong besar supaya mudah membawanya. Kemudian sang penjual takjil mengambil kantong plastik ke rumah yang tak jauh dari lapak.

Bersamaan dengan itu, pembeli berkabar ke saudara penjual takjil yang ada di lapak kalau mau pergi sebentar lalu menitipkan puluhan cup takjil yang dipesan. Pembeli mengatakan bahwa ia mau mengambil uang dan mencari lontong terlebih dahulu.

Namun hingga jelang maghrib, pembeli tadi tak kunjung kembali. Penjual takjil merasa dilema, ia harus berbuat apa. Terlebih banyak pembeli yang menanyakan takjil padahal sudah diborong oleh pria tadi.

Ia merasa kena tipu, puluhan takjil yang diborong tak diambil dan dibayar oleh pembelinya. Dia pun hanya bisa pasrah.

“Ditunggu sampai setengah enam kagak balik-balik. Kita mau jual dilema, padahal banyak yang nanyain. Insya Allah lelahku menjadi Lillah,” tulisnya.

D For GAEKON