Kenali Gejala Corona dan Langkah Antisipasinya

0
Kenali Gejala Corona dan Langkah Antisipasinya

Perhatian dunia saat ini tengah tertuju kepada virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menyatakan bahwa Covid-19 menjadi pandemi global.

Saat ini, virus tersebut pun telah menjangkit lebih dari 300.000 orang, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 17.000 orang. Untuk Indonesia sendiri, per Kamis (26/3), telah ada 893 kasus, dengan 78 meninggal dunia dan 35 dinyatakan sembuh.

Virus corona masih satu keluarga besar dengan virus penyebab MERS dan SARS. Seseorang yang terinfeksi penyakit ini pun memunculkan gejala tertentu, meskipun terdapat kasus yang tidak timbul gejala klinis terlebih dahulu.

Kenali gejalanya yang telah dirangkum oleh GAEKON agar anda dapat lebih waspada.

  1. Demam/ Suhu Badan Meningkat
    Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi atau demam. Gejala tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius. Sementara suhu tubuh normal berkisar 36,1 hingga 37,2 derajat.
  2. Lelah dan Batuk Kering
    Lebih dari setengah yang terinfeksi mengaku mengalami kelelahan dan batuk kering. Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari dan terus menerus. Batuk kering lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 dibandingkan batuk berdahak.
  3. Kurang lebih sepertiga pasien mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.
  4. Gejala pertama mungkin tidak muncul tepat setelah seseorang terinfeksi.
    Lebih lanjut, pasien mungkin terinfeksi virus tanpa menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih. Saat gejalanya muncul, dapat mirip dengan pneumonia. Covid-19 dapat memburuk dari waktu ke waktu, yang membedakannya dengan pneunomia.

Simak pula pola harian orang yang terinfeksi virus corona.

Hari ke-1: Mulai mengalami demam. Bisa juga mengalami kelelahan, nyeri otot dan batuk kering. Ada juga yang mengalami diare atau mual.

Hari ke-5: Mulai mengalami kesulitan bernafas, terutama pada orang yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Hari ke-7: Menurut penelitian, ini merupakan saat gejala yang ada menjadi semakin memburuk.

Hari ke-8: Menurut CDC China, pada titik ini pasien dengan kasus yang parah akan mengalami sindrom gangguan pernafasan akut (ARDS). Penyakit ini terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru. ARDS seringkali berakibat fatal.

Hari ke-10: Jika pasien semakin memburuk kondisinya, kemungkinan besar mereka akan dirawat di ICU. Pasien mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Sebagian kecil kemungkinan akan meninggal.

Hari ke-17: Orang yang pulih sudah dapat keluar dari rumah sakit.

Lalu, apa yang harus dilakukan sebagai antisipasi agar tidak tertular virus covid-19?

1. Mencuci tangan dengan benar
Terdengar sepele, namun pada kenyataannya masih banyak yang tidak mengerti cara mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV.

Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.

W For GAEKON