Kenali Gejala, Jenis, Dan Cara Pengobatan Meningitis Yang Diderita Glenn Fredly!

0

Indonesia tidak hanya dilanda kesedihan akibat pandemi corona, namun juga kehilangan salah satu musisi legenda. Glenn Fredly tutup usia di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati, Jakarta Selatan kemarin (8/4). Kabarnya, penyakit meningitis yang telah membawanya menemui Tuhan.

Meningitis memang dikenal dengan penyakit berbahaya meskipun gejalnya terlihat biasa. Penyakit ini sebenarnya adalah peradangan di bagian otak yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Penyebabnya juga bermacam-macam, bisa karena infeksi bakteri, virus maupun jamur. Melemahnya sistem imun tubuh juga dapat memicu munculnya meningitis.

Melansir dari laman World Health Organization (WHO) ada beberapa bakteri berbeda yang dapat menyebabkan meningitis. Neisseria meningitidis adalah yang berpotensi menyebabkan epidemi besar. Ada 12 serogrup “N. meningitidis” yang telah diidentifikasi, 6 di antaranya (A, B, C, W, X dan Y) dapat menyebabkan epidemi. Distribusi geografis dan potensi epidemi berbeda menurut serogrupnya.

Gejala yang dialami penyakit ini susah untuk dikenali, karena mirip dengan penyakit demam pada umumnya. Namun apabila kondisinya sudah mulai parah, biasanya akan timbul ruam di kulit dan bisa berujung gagal ginjal.

Semua kalangan bisa mengidap penyakit ini, baik orang dewasa sampai anak-anak. Seperti yang dikutip GAEKON dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala yang bisa ditimbulkan dari meningitis.

Gejala yang umum terjadi:

  1. Demam serta tangan dan kaki terasa dingin
  2. Muntah-muntah
  3. Sering mengantuk dan susah untuk bangun
  4. Mudah bingung dan marah
  5. Nyeri otot dibeberapa bagian tubuh
  6. Sensitif terhadap cahaya
  7. Sakit kepala
  8. Leher kaku
  9. Kulit pucat, bernoda serta ruam
  10. Kejang-kejang

Gejala yang bisa terjadi pada bayi:

  1. Menangis tidak ada hentinya
  2. Gatal-gatal
  3. Nafsu makan berkurang
  4. Kesulitan dalam bernapas
  5. Batuk-batuk
  6. Muncul benjolan di Kepala

Seperti yang dikutip GAEKON dari laman WHO, gejala meningitis pada umumnya adalah leher kaku, demam tinggi, kepekaan terhadap cahaya, kebingungan, sakit kepala, dan muntah. Bahkan ketika penyakit didiagnosis dini dan pengobatan yang memadai dimulai, 5-10 persen pasien meninggal, biasanya dalam 24 hingga 48 jam setelah timbulnya gejala.

JENIS MENINGITIS

Meningitis yang bisa menyerang otak ini sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. GAEKON telah melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa jenis meningitis yang harus kita ketahui:

  1. Meningitis bakteri

Dilihat dari namanya saja meningitis bakteri, penyakit jenis ini disebabkan oleh bakteri. Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan meningitis bakteri adalah Streptococcus pneumoniae (pneumococcus), Neisseria meningitidis (meningococcus), dan Listeria monocytogenes (pada orang tua, wanita hamil, atau mereka yang memiliki masalah sistem kekebalan).

Dilansir dari Mayo Clinic, bakteri yang disebut Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab umum meningitis pada bayi dan anak-anak hingga vaksin Hib tersedia untuk bayi. Ada juga vaksin untuk Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumoniae.

Para ahli merekomendasikan bahwa semua orang dewasa ataupun anak-anak yang mengalami meningitis harus mendapatkan vaksin ini. Meningitis bakteri dimulai ketika bakteri masuk ke aliran darah dari sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri berjalan melalui aliran darah ke otak.

Bakteri yang menyebabkan meningitis dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Apabila orang dewasa atau anak-anak berada di dekat seseorang yang menderita meningitis bakteri, tanyakan kepada dokter langkah-langkah apa yang harus diambil untuk menghindari penularan.

  1. Meningitis virus

Meningitis virus memang lebih umum terjadi daripada bentuk bakteri. Meskipun jenis ini tidak terlalu serius namun dapat memicu penyakit, termasuk beberapa yang dapat menyebabkan diare.

Melansir dari Grid.id, Enterovirus yang menyebabkan meningitis dapat menyebar melalui kontak langsung. Seperti dari air liur, lendir hidung atau feses. Virus meningitis ini juga mudah menyebar lewat batuk dan bersin. Kontak langsung atau tidak langsung dengan orang yang terinfeksi, dapat meningkatkan risiko terkena virus yang sama.

Sementara, saat terinfeksi virus, kita tidak mungkin mengembangkan meningitis sebagai komplikasi. Arbovirus yang menyebabkan meningitis ini dapat ditularkan melalui serangga, seperti nyamuk dan kutu. Infeksi paling mungkin dapat terjadi pada musim panas dan awal musim gugur.

  1. Meningitis jamur

Meningitis ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur yang disebut Cryptococcus dan merupakan jenis penyakit radang selaput otak yang langka. Namun jenis meningitis ini tidak menular.

Meningitis jamur jauh lebih jarang daripada bentuk bakteri atau virus. Orang sehat jarang sekali bisa terserang meningitis jamur ini. Namun jika sistem kekebalan tubuh bermasalah intensitas terinfeksi akan semakin tinggi. Biasanya orang yang bisa terserang meningitis jamur adalah penderita AIDS.

  1. Meningitis parasit

Jenis penyakit meningitis yang disebabkan oleh parasit, biasanya sangat langka terjadi, tetapi cukup berbahaya karena dapat mengancam jiwa. Penyebab meningitis parasit adalah infeksi amuba mikroskopis, Naegleria fowleri. Parasit tersebut dapat memasuki tubuh melalui hidung, biasanya dijumpai di danau dan sungai yang terkontaminasi. Jenis meningitis ini juga tidak menular.

  1. Meningitis non-infeksi

Meningitis non-Infeksi ini bukan terjadi karena infeksi jamur, bakteri, maupun virus. Meningitis jenis ini adalah radang selaput otak yang berkembang akibat dari cedera kepala atau operasi otak. Selain itu meningitis non-infeksi dapat juga disebabkan oleh obat-obatan tertentu, lupus atau kanker. Namun meningitis non-infeksi tidak menular.

JENIS PENGOBATAN

Melansir dari docdoc, meningitis karena bakteri dapat ditangani oleh penggunaan antibiotik dan pengobatan steroid yang disebut deksametason. Sementara meningitis karena virus dapat diobati tanpa harus ke rumah sakit, dengan pengobatan untuk meredakan nyeri dan menurunkan panas demam.

Metode pengobatan lain juga dilakukan untuk meredakan gejala parah yang dialami penderita. Sebagai contoh, jika mengalami kesulitan bernapas, maka terapi oksigen dapat diberikan. Untuk mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), akan diberikan cairan melalui infus. Apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti diatas segeralah pergi ke dokter. Jangan menunggu sampai parah.

KL For GAEKON