Kenang Kepergian Artidjo Alkostar, Mahfud MD: Dia Adalah Hakim Yang Tak Ragu Jatuhkan Hukuman Berat Kepada Para Koruptor

0

Kenang Kepergian Artidjo Alkostar, Mahfud MD: Dia Adalah Hakim Yang Tak Ragu Jatuhkan Hukuman Berat Kepada Para KoruptorGaekon.com – Menko Polhukam, Mahfud MD merasa kehilangan atas kepergian Eks Hakim Agung, Artidjo Alkostar. Seperti diketahui, Artidjo meninggal dunia pada Minggu (28/2) karena komplikasi penyakit paru-paru, jantung, hingga ginjal.

Mahfud MD mengenang sosok Artidjo sebagai seorang hakim algojo di akun twitternya. Menurut Mahfud, Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor.

“Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor. Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan back up politik,” ujar Mahfud.

Mahfud juga menceritakan bahwa Artidjo pernah menjajaki sejumlah profesi lain seperti dosen hingga pengacara. Saat menjadi pengacara, Mahfud mengatakan bahwa Artidjo selalu membela yang benar.

“Dulu almarhum adalah dosen di Fakultas Hukum UII Yogya yang juga jadi pengacara. Selama jadi pengacara dikenal lurus,” cerita Mahfud.

Sosok Artidjo ini turut menginspirasi Mahfud menggeluti profesi sebagai dosen. Keinginannya menjadi aktivis di bidang hukum, juga diperoleh setelah berguru pada seorang Artidjo.

“Tahun 1978 Artidjo menjadi dosen saya di FH-UII. Dia juga yang menginspirasi saya menjadi dosen dan menjadi aktivis penegakan hukum dan demokrasi. Pada 1990/1991 saya dan Mas Artidjo sama-sama pernah menjadi visiting scholar (academic researvher) di Columbia University, New York,” kata Mahfud.

Artidjo Alkostar dikabarkan meninggal dunia karena sudah lama menderita sakit komplikasi. Jenazah Artidjo dimakamkan di Situbondo. Mahfud pun memastikan Artidjo bukan meninggal karena terpapar corona. Selain itu, tidak ada protokol khusus yang dilakukan terhadap jenazah.

D For GAEKON