Keracunan Massal Usai Makan Nasi Kotak Saat Takziah, Ratusan Orang Dirawat Hingga Ada Yang Meninggal

0

Keracunan Massal Usai Makan Nasi Kotak Saat Takziah, Ratusan Orang Dirawat Hingga Ada Yang MeninggalGaekon.com – Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan kasus keracunan massal yang dialami warga usai mengikuti takziah di rumah duka, Dusun Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Gelesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suara.com, menanggapi kasus ini pihak polisi langsung melakukan penyelidikan atas kejadian keracunan tersebut.

Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto mengatakan bahwa saat ini pihak polisi fokus terlebih dahulu dengan penyelamatan warga.

“Masih proses lidik. Kasat Reskrim masih kumpulkan data-data dan lainnya. Saat ini fokus dulu penyelamatan warga,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban yang menyantap makanan nasi dos, usai mengikuti takziah di rumah duka almarhum Syahrul pada Rabu (29/9) malam.

Polisi Ambil Sampel Nasi Kotak Takziah Yang Dipesan Melalui Katering

Polisi meneliti lebih lanjut kasus ini dengan mengambil sampel makanan yang dipesan melalui katering. Akibat insiden tersebut satu orang meninggal dunia.

“Sementara masih didata. Ada sekitar 55 orang warga sudah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk dirawat. Dan ada satu orang meninggal dunia di rumah sakit di Makassar,” ujarnya singkat.

Saat ini, korban keracunan sudah dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Namun sebagian warga memilih dirawat di rumah masing-masing, karena takut akan tertular Covid-19 bila dibawa ke rumah sakit.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa seorang korban keracunan dinyatakan meninggal dunia.

“Satu korban keracunan tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak keluarga hari ini, sekitar pukul 09.20 WITA yaitu HR (8). Korban dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, merupakan warga Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh jumlah korban keracunan telah mencapai 102 orang, dan satu orang anak berusia 8 tahun bernama Haeril dinyatakan meninggal dunia saat berada di RSUD Labuang Baji.

Tim Dinkes langsung bergerak menjemput warga desa yang terindikasi gejala, demam dan diare akut, bahkan ada warga dipaksa ke rumah sakit agar korban tidak bertambah.

Dinkes Takalar juga menyediakan penampungan khusus pada dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle dan Rumah Sakit KIA Zainab Takalar, selebihnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar.

Sebelumnya, pihak keluarga almarhum Syahrul menggelar takziah pada Rabu malam, 29 September 2021 dan menyiapkan 250 nasi dos.

Usai takziah kemudian membagikan nasi dos tersebut kepada warga. Pada Kamis (30/9) hingga Jumat (1/10) banyak warga mengalami diare akut hingga demam.

D For GAEKON