Ketua KPK Tak Ingin Penangkapan Koruptor Dihubungkan Dengan Parpol Tertentu

0

Ketua KPK Tak Ingin Penangkapan Koruptor Dihubungkan Dengan Parpol TertentuGaekon.com – Ketua KPK Firli Bahuri membantah bila pihaknya mengaitkan penangkapan koruptor dengan parpol tertentu. Firli menegaskan tidak ada tebang pilih dalam pengusutan kasus korupsi.

Hal itu dia sampaikan terkait ditangkapnya Edhy Prabowo yang merupakan petinggi Partai Gerindra. Edhy lalu mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Jika ada kader partai yang diduga terlibat, maka hanya berkaitan dengan pribadi orang tersebut. Tidak serta merta dikaitkan dengan partai yang bersangkutan.

“Kalau pun ada orang-orang yang terlibat dan dia merupakan pengurus partai, tapi terkait kasus tindak pidana adalah berlaku orang perorang,” ujar Firli di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (28/11).

Firli menjelaskan bahwa penyidik fokus pada tindak pidana yang dilakukan para tersangka atau pihak lain yang terlibat.

“Jadi, jangan kami diajak masuk ke dalam ranah politik,” tambahnya.

Firli mengatakan KPK sejauh ini juga telah melakukan proses hukum secara proporsional. Misalnya, saat menggeledah suatu tempat yang berkaitan dengan tindak pidana yang dipersangkakan.

“Jadi saya kira kami tidak berlebihan melakukan penggeledahan. Yang pasti tempat-tempat yang diduga ada keterkaitan tindak pidana,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka dugaan korupsi terkait ekspor benih lobster atau benur. Saat ditetapkan sebagai tersangka, Edhy merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra.

Ada enam orang lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. KPK mengungkapkan total uang yang diterima Edhy di dalam rekening penampung sebesar Rp9,8 miliar. Uang itu diduga berkaitan izin ekspor benih lobster atau benur.

K For GAEKON