Keuangan Perusahaan Semakin Terpuruk, 100 Karyawan PT Garuda Indonesia Ajukan Pensiun Dini

0

Keuangan Perusahaan Semakin Terpuruk, 100 Karyawan PT Garuda Indonesia Ajukan Pensiun DiniGaekon.com – Sebanyak 100 karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ajukan pensiun dini. Hal ini bagian dari program perusahaan untuk menyelamatkan keuangan perusahaan yang sedang tertekan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengonfirmasi hal ini. Pihaknya justru mengatakan bahwa sudah ada 100 lebih karyawan yang mengajukan pensiun dini.

“Sudah ada yang mengajukan. Sudah lebih dari 100 (karyawan),” ungkap Irfan.

Pensiun dini ini merupakan salah satu program yang ditawarkan perusahaan. Irfan menjelaskan pihaknya menawarkan program pensiun dini hingga 19 Juni 2021.

Irfan memastikan bahwa keuangan perusahaan masih cukup untuk membayar seluruh kompensasi yang wajib dibayarkan.

“Efektif kok, dana ada,” kata Irfan.

Meski demikian, Irfan enggan menjelaskan secara rinci terkait dana yang dibutuhkan untuk membayar kompensasi kepada seluruh karyawan yang mengajukan pensiun dini tahun ini.

Irfan juga tidak menjelaskan rinci dari jabatan apa saja yang banyak mengajukan pensiun dini. Untuk skemanya, seluruh karyawan bisa mengajukan pensiun dini ke perusahaan. Namun, karyawan itu harus menunggu sampai keluar surat keputusan (sk) pensiun dini.

Selama surat keputusan belum keluar, karyawan yang sudah mengajukan pensiun dini tetap menjadi staf di Garuda Indonesia.

“Bukan berarti mengajukan langsung bisa menikmati dan menunggu, setiap hari menagihkan,” jelas Irfan.

Sebelumnya, Irfan menyatakan seluruh hak pegawai yang sukarela mengambil program tersebut akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Karyawan juga mendapatkan hak sesuai dengan perjanjian kerja yang disepakati antara karyawan dan perusahaan.

Kompensasi tersebut berdasarkan Pasal 64 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara perseroan dengan karyawan. Kompensasi itu meliputi dua kali pesangon, satu kali uang penghargaan masa kerja, uang pengganti hak, dan tiket konsesi bagi mereka yang masih kerja aktif di atas 16 tahun.

Selain kompensasi yang diatur dalam PKB, ia menuturkan Garuda Indonesia juga akan menambahkan dua kali penghasilan bulanan, kompensasi atas sisa cuti yang belum diambil, kompensasi atas casual sickness 2020, tunjangan tengah tahun 2020 dan 2021 bagi yang eligible, serta bantuan istirahat tahunan 2020 dan 2021 bagi yang eligible dan belum dibayarkan.

Menurut Irfan, langkah ini diambil karena keuangan perusahaan semakin terpuruk di masa pandemi covid-19. Utang perusahaan diproyeksi tembus Rp70 triliun dan bertambah Rp1 triliun setiap bulannya.

D For GAEKON