Khofifah Ingin Semua Pihak Hindari Kluster Pilkada

0

Khofifah Ingin Semua Pihak Hindari Kluster PilkadaGaekon.com – Kepada seluruh aparat keamanan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta agar semua pihak menjaga dan mematuhi protokol kesehatan jelang Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember. Selain itu, penerapan protokol kesehatan dalam tahap pilkada harus menjadi standard operating procedure (SOP), apalagi pada masa kampanye, pemungutan, dan penghitungan suara.

”Baik calon, partai pengusung, maupun pendukung, harus sama-sama menjaga. Hindari klaster pilkada,” ujar Khofifah.

Seperti yang diketahui, bahwa di Jawa Timur terdapat 16 kabupaten dan tiga kota yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah. Yakni Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. Kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Kota Surabaya.

Kemudian Khofifah mengatakan, berbeda pilihan politik adalah hal biasa. Namun harus tetap mengutamakan tali persaudaraan, persatuan, dan kesatuan meski pilihan calon pemimpinnya berbeda.

”Poinnya adalah bagaimana penyelenggaraan Pilkada 2020 ini berlangsung dengan penuh rasa persaudaraan, tanpa ada tekanan dari manapun,” ucap Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga memberikan perhatian khusus terhadap netralitas ASN. Dia meminta ASN untuk menjauhi praktik politik negatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

”Jangan sampai ada hal yang berpotensi kurang konstruktif yang berakibat Pilkada menimbulkan suasana menjadi tidak aman dan kondusif,” tutur Khofifah.

Terkait pelaksanaan pilkada pada situasi pandemi Covid-19, Khofifah mengajak semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama proses pilkada. ”Semua harus mematuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum usai. Sekali lagi mohon saling menjaga jangan sampai timbul klaster pilkada,” kata Khofifah.

Z For GAEKON