Klaim Telah Retas 400 Situs, Peretas Situs KPU Berhasil Ditangkap Polisi

0

Klaim Telah Retas 400 Situs, Peretas Situs KPU Berhasil Ditangkap PolisiGaekon.com – Dua peretas situs KPU Jember akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi. Dalam pengakuannya, keduanya bahkan mengklaim mengaku telah meretas lebih dari 400 situs. Tidak hanya itu saja, dirinya bahkan berani mengklaim situs milik pemerintahan di wilayah Sumatera Selatan juga pernah diretas olehnya.

“Pelaku menurut keterangannya sudah melakukan peretasan beberapa website, ada 400 website termasuk website pemerintahan di Sumsel yang diretas,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (13/9/2020).

Diketahui kedua tersangka ini yakni David A (23), warga Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan dan ZFR (14) warga Kampung Cibaru Desa Tambang Ayam, Anyar, Serang, Banten. Gidion menyebut bahwa keduanya juga tergabung dalam komunitas Palembang Cyber Team.

“Dia punya komunitas, dunia pembelajaran apapun di situ. Dia punya komunitas Palembang Cyber Team. Anak-anak muda punya komunitas itu, saling memotivasi, saling sharing ilmu,” imbuhnya.

Dilanjutkan oleh Gidion, dua tersangka ini disebut-sebut tidak pernah bertemu secara langsung, hal ini dikarenakan keberadaan mereka berdua berada di dua wilayah berbeda. Namun, keduanya sering berinteraksi melalui sosmed.

Mengenai motif yang dilakukan dua pelaku, Gidion mengatakan bahwa hal ini murni kejahatan dan motif ekonomi, karena menjual situs web yang diretas seharga Rp 20 ribu. Gidion menyebut tak memiliki kepentingan politik dan hanya ingin eksis saja.

“Kita lakukan penahanan kepada DA, karena pelaku ZFR masih di bawah umur. Saya mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial, saya harap masyarakat bisa menggunakan ruang cyber lebih konstruktif untuk membangun peradaban baru di Indonesia,” harap Gidion.

Ketika kasus ini berhasil diungkap, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni dua handphone, satu laptop dan satu router yang digunakan pelaku.

Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 32 ayat (1) dan atau pasal 33 jo pasal 48 ayat (1) Jo pasal 49 UU no 1 tahun 2008 tentang ITE Jo Undang-undang no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Z For GAEKON