Komunikasi dengan Sejumlah Kepala Negara di Dunia Biden : Amerika Telah Kembali

0

Komunikasi dengan Sejumlah Kepala Negara di Dunia Biden : Amerika Telah KembaliGaekon.com – Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden mengaku bahwa ia telah melakukan sejumlah komunikasi dengan beberapa pemimpin negara. Bahkan Biden memastikan kepada para pemimpin negara yang telah diajak berkomunikasi dengannya jika Amerika telah kembali lagi.

“Saya memberi tahu mereka bahwa Amerika telah kembali. Kami akan kembali dalam permainan. Ini bukan hanya Amerika,” kata Biden kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Rabu (11/11/2020).

Dalam pernyataannya, Biden menekankan akan adanya pendekatan baru terhadap kebijakan luar negeri di bawah pemerintahannya mendatang. Biden sejauh ini telah berkomunikasi dengan beberapa pemimpin yakni Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Selain itu, Biden juga merespons terkait sikap Donald Trump yang saat ini belum juga mengakui kekalahan. Bahkan Biden menilai sikap yang dilakukan Trump itu sangatlah memalukan.

“Saya hanya berpikir itu memalukan, sejujurnya,” kata Biden ketika ditanya pendapatnya tentang penolakan Trump untuk mengakui kekalahan, seperti dilansir AFP, Rabu (11/11/2020).

“Bagaimana saya bisa mengatakan ini dengan bijaksana. Saya pikir itu tidak akan membantu warisan presiden,” lanjut Biden kepada wartawan di kampung halamannya di Wilmington, Delaware.

Saat ini Donald Trump tengah mengajukan gugatan ke pengadilan agar Pennsylvania tidak tetapkan kemenangan Biden. Melalui Tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengajukan gugatan hukum ke pengadilan federal Pennsylvania. Gugatan ini bertujuan untuk mencegah otoritas negara bagian Pennsylvania untuk mensertifikasi kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, di negara bagian tersebut.

Menurut kabar yang dilansir dari Reuters, Selasa (10/11/2020), gugatan hukum ini diajukan oleh tim kampanye Trump dan dua pemilih terdaftar ke pengadilan federal Pennsylvania pada Senin (9/11/2020) waktu setempat. Melalui gugatan tersebut, tim kampanye Trump menuduh sistem pemungutan suara via pos di Pennsylvania kurang transparan dan verifikasinya tidak seperti pemungutan suara secara langsung.

“Kurangnya kualitas transparansi dan verifikasi (pada pemungutan suara via pos) seperti yang ada pada pemungutan suara secara langsung,” sebut gugatan tersebut.

Selain itu, dalam gugatan hukum ini mengklaim para pejabat negara bagian Pennsylvania melanggar Konstitusi AS dengan menciptakan ‘sistem pemungutan suara dua level yang ilegal’ di mana pemungutan suara secara langsung lebih banyak diawasi dibandingkan surat suara via pos.

Menurut informasinya, gugatan itu diajukan terhadap Sekretaris Negara Bagian Pennsylvania, Kathy Boockvar dan badan pemilu di distrik-distrik yang condong untuk mendukung Partai Demokrat, termasuk Philadelphia dan Pittsburgh. Dalam hal ini Kantor Boockvar belum memberikan tanggapannya.

Z For GAEKON