Koperasi Indosurya Disebut Gagal Bayar, Manajemen Membantah

0
Koperasi Indosurya Disebut Gagal Bayar, Manajemen Membantah

Jakarta – Anggota atau nasabah dari Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta was-was. Pasalnya koperasi itu mulai gagal membayarkan bunga dan pokok simpanan nasabah.

Salah satu nasabah Indosurya Simpan Pinjam (ISP), Michael (bukan nama asli) menyatakan dana yang dia simpan tidak bisa diambil. Bunga juga tidak diberikan seperti yang dijanjikan di awal.

Dia telah menginvestasikan dana sebesar Rp 10 miliar. Dari nominal itu dia dijanjikan imbal hasil keuntungan bunga sebesar 11 persen per tahun atau Rp 1,1 miliar per tahun.

“Saya dihubungi orang dari Indosurya pada Selasa yang memberitahukan bahwa koperasi itu memutuskan tidak ada pembayaran bunga lagi,” ujar laki-laki berumur 42 tahun tersebut kepada GAEKON.

Nasabah yang diberi pemberitahuan tentang ketidakmampuan pembayaran bunga hanyalah yang memiliki simpanan lebih dari Rp 10 miliar.

Sementara itu, VP Grup Indosurya Felix Fitzgerald Lumintang tidak merespon ketika dimintai konfirmasi oleh media online ini. Ketika dihubungi via sambungan telepon pun tidak diangkat.

Dalam website, ISP sudah mengantongo ijin dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sejak 27 September 2012 dengan nomor badan hukum 430/BH/XII.1/-1.829.31/XI/2012 dan Nomor Induk Koperasi (NIK) 3173080020001.

ISP berkantor pusat di Gedung Grha Surya Taman Perkantoran Kuningan-Jakarta. Usaha koperasi itu memiliki 112 cabang di seluruh Indonesia.

Ketika GAEKON mencoba menelpon call center yang tercantum di situs resminya, operator mesin menyatakan call center situ siap menjawab pertanyaan terkait ISP.

Namun ketika mencoba mengontak ekstention Indosurya Simpan Pinjam, tak ada respons berkali-kali dicoba. “Mohon maaf operator kami sedang sibuk,” kata operator. Dicoba beberapa menit kemudian pun jawaban yang sama diperoleh.

GAEKON lalu mencoba mengontak Ketua Tim Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing. Satgas ini merupakan hasil kerja sama beberapa instansi terkait, yang meliputi OJK, Kementerian Perdagangan, BKPM, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Kominfo.

Hanya saja Tongam menegaskan lebih tepat menghubungi Kementerian terkait. “Selamat sore. Untuk informasi mengenai Koperasi Indosurya, mohon menghubungi Kemenkop saja,” kata Tongam.

Selang beberapa waktu Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta membantah berita soal gagal bayar yang dialami oleh nasabah yang terjadi pada pekan ini. Dalam surat yang dikirimkan oleh Tim Legal KSP Indosurya Cipta, Ronlybert M. Togatorop, Fajar Iskandarsyah, dan Armanda Pransiska, manajemen Indosurya Simpan Pinjam menyatakan poin sebagai beriktu:

1. Bahwa berita tersebut tidak benar dibuktikan dengan :
Koperasi Indosurya tidak ada hubungannya dengan Indosurya Sekuritas, Indosurya Finance dll, semua entitas tersebut berbeda.

Keterangan yang disampaikan dalam berita bahwa Koperasi Simpan Pinjam Indosurya gagal bayar adalah tidak benar, karena yang memberikan keterangan adalah orang yang simpanannya belum jatuh tempo, sehingga KSP Indosurya belum wajib membayar bunga maupun pokoknya

Bahwa koperasi tidak ada hubungannya dengan OJK.

2. Oleh karena hal-hal tersebut di atas, agar tidak terjadi kehilangan kepercayaan kepada kami dari para anggota koperasi dan membuat para anggota koperasi menjadi panik atas berita yang tidak benar

K For GAEKON