Korban Pelecehan Seksual Di KPI, MS Jalani Pemeriksaan Psikis 6 Kali

0

Korban Pelecehan Seksual Di KPI, MS Jalani Pemeriksaan Psikis 6 KaliGaekon.com – Korban dugaan pelecehan seksual dan perundungan di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS jalani pemeriksaan psikis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur sebanyak 6 kali.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Pemeriksaan psikis terhadap MS dinyatakan selesai setelah dia dan keluarganya menjalani pemeriksaan di RS Polri itu enam kali. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin, pada Selasa (19/10).

“Alhamdulillah usai pemeriksaan psikis ke-6 kemarin (Kamis 14/10), tim dokter psikiatri forensik RS Polri menyatakan pengambilan keterangan MS dan keluarganya (istri, ibu, kakak) sudah cukup,” terangnya.

Mualimin bersyukur, MS tidak perlu menjalani pemeriksaan hingga 14 kali pertemuan seperti yang diperkiraan tim dokter di awal. Ia mengatakan bahwa setiap pemeriksaan MS selalu menangis.

“Kami tahu, setiap pemeriksaan MS menangis, mengalami kambuh trauma, dan guncangan emosi akibat pertanyaan yang berulang-ulang mengenai kejadian penelanjangan dan pencoretan alat kelamin,” ujarnya.

Dengan berakhirnya pemeriksaan psikis itu, Tim dokter yang berjumlah empat orang perempuan dan satu pria butuh beberapa hari untuk membuat kesimpulan akhir tentang kondisi kejiwaan MS.

Catatan akhir tim dokter akan diserahkan ke Penyidik Polres Jakarta Pusat untuk dijadikan dasar bertindak memproses laporan pelecehan seksual dan perundungan di KPI.

“Kami harap hasilnya objektif dan meyakinkan agar penyidik segera menaikkan status kasus menjadi penyidikan dan para terlapor segera dimintai keterangan lebih lanjut,” ucap Mualimin.

Menurut Mulaimin, MS tak sanggup mengingat, apalagi menceritakan pelecehan seks yang sangat memalukan dan menjatuhkan martabatnya sebagai manusia, pria, dan kepala rumah tangga.

Sebelumnya, Kasus yang menimpa MS ini mencuat setelah dia menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada 1 September lalu. Dalam surat itu, MS mengaku menjadi korban perundungan sejak ia bekerja di KPI pada 2012.

MS juga mengaku mengalami pelecehan seksual oleh lima orang rekan kerjanya pada 2015 di ruang kerja. MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu, namun laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

Setelah surat terbukanya viral, KPI dan kepolisian baru bergerak mengusut kasus itu. KPI telah menonaktifkan 8 terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS untuk mempermudah investigasi. Sementara itu, Polres Jakpus telah memeriksa lima terlapor yang disebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap MS.

D For GAEKON