Korban Penganiayaan Di Pasar Gambir Ini Justru Jadi Tersangka, Korban: Ini Lah Hukum Di Indonesia

0

Korban Penganiayaan Di Pasar Gambir Ini Justru Jadi Tersangka, Korban: Ini Lah Hukum Di IndonesiaGaekon.com – Seorang perempuan bernama Rosalinda Gea, korban penganiayaan di Pasar Gambir, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kini justru menjadi tersangka.

Melansir dari Kompas, sebelumnya, Rosalinda dianiaya oleh seorang pria di Pajak (Pasar) Gambir, Tembung. Bahkan saat itu videonya sempat viral di media sosial.

Dalam akun instagram @medanheadlines.news dan sejumlah grup aplikasi percakapan WhatsApp memperlihatkan foto tangkapan layar unggahan akun bernama Rosalinda Gea berupa surat panggilan polisi dan tiga video.

“Ini lah hukum di indonesia ini akulah yg korban yg di aniayai 4 orang premanisme 5 september 2021 beberapa hr yg lalu di pajak gambir aku pula lh yg jadi tersangka. Sama siapa lagi aku mengadu tentang keadilan ini, #pak” tulis dalam foto tersebut.

“Ibu yang dipukul preman di Pasar Gambir, dijadikan tersangka? Lah kok Bisa?'” tulis akun @medanheadlines.news.

Sementara itu suami Rosalinda, Tak Endang Hura menemani sang istri yang tengah dirawat di klinik di Pasar 9, Tembung.

Endang mengatakan bahwa ia di klinik tersebut sejak pukul 17.30 WIB. Belum sampai dua jam, sudah dua kantong infus habis untuk istrinya.

“Jadi sekarang kita lagi di lokasi klinik pasar 9 Tembung, lagi melaksanakan opname. Karena lagi pendarahan dia. Terpaksalah opname gara-gara pukulan preman yang beberapa hari lalu di Pajak Gambir,” kata Endang.

Endang menceritakan bahwa sejak Rabu (6/10) pagi badan istrinya kurang fit. Sore harinya, Rosalinda didatangi pria berjaket membawa surat dari Polsek Percut Sei Tuan.

“Tiba-tiba sore sampai surat panggilan dari Polsek bahwa dia jadi tersangka dalam laporan si Beni si pelaku itu. Jadi dari situ trauma dia, kayak jantungan. Jadi bertambahlah pendarahan karena jatuh memikirkan itu. Enggak sadar dia dari semalam,” katanya.

Endang mengatakan, pendarahan di bagian jahitan bekas melahirkan tiga anak yang selalu dilakukan dengan operasi besar. Berulang kali Endang membujuk istrinya agar tidak memikirkan surat panggilan tersebut. Namun tetap saja Rosalinda tak tenang.

“Di kepalaku ini, di telingaku masih ada bekas kaki orang itu kata dia. Itu aja yang dibilangnya. Dikasih tahu pengacara ya memang gitulah hukum, karena orang itu melapor. biarpun orang itu tersangka dari laporan mereka adalah kau juga jadi tersangka. Dari situ enggak tenang dia. Masak orang itu yang mengeroyok saya, kenapa saya dipenjara. Jadi itu aja pikiran dia. Jadi trauma dia ini,” kata Endang.

Dijelaskan Tak Endang, yang dipukuli oleh pelaku adalah istri dan anaknya yang masih berumur 13 tahun. Tangan kanan anaknya sempat bengkak. Dia berkali-kali membawa anaknya ke tukang pijat untuk menyembuhkan tangannya.

Menurut keterangan Endang, sudah dua kali pelaku datang ke rumahnya untuk mengupayakan damai. Namun Endang mengatakan untuk masalah perdamaian, sebaiknya bicara dengan pengacaranya.

“Saat ini yang paling saya harapkan adalah selesainya masalah. Istri dan anaknya mendapatkan keadilan,” katanya.

Foto surat panggilan tersebut ditandatangani Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu dan tertuju kepada Litiwari Iman Gea alias Rosalinda Gea (37) untuk hadir pada Jumat (8/10).

Dalam unggahan foto itu terlihat, surat penetapan tersangka dibuat pada September 2021. Namun saat dikonfirmasi, AKP Janpiter Napitupulu belum memberikan respons.

Sebelumnya, video penganiayaan itu terjadi di Pajak (Pasar) Gambir di Tembung, Deli Serdang, Sumut, pada Minggu (5/9). Dalam video itu seorang perempuan dianiaya hingga jatuh ke tanah oleh seorang pria berbadan tegap.

D For GAEKON