Heboh Istilah Baru Koruptor Jadi “Penyintas Korupsi”, Novel: Diksinya Terlalu Halus

0

Heboh Istilah Baru Koruptor Jadi “Penyintas Korupsi”, Novel: Diksinya Terlalu HalusGaekon.com – Istilah koruptor yang kabarnya akan diganti menjadi “penyintas korupsi” kini menuai kritik dari berbagai pihak.

Salah satunya yang mengkritik sebutan itu adalah Novel Baswedan. Melalui akun media sosialnya, Novel beberapa kali menyampaikan kritik terhadap rencana KPK untuk mengganti istilah bagi para koruptor tersebut.

Salah satunya pada Senin, 30 Agustus 2021 ini, Novel menyoroti rencana penggunaan istilah “penyintas korupsi” untuk para maling uang rakyat.

Salah satu pemberantasan korupsi adalah untuk timbulkan efek jera,” ucapnya di akun Twitter @nazaqistsha.

Novel juga menyertakan pernyataan Forum Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) terkait penggantian istilah koruptor. 170 media PRMN akan mengganti kata koruptor dengan maling, rampok, dan garong uang rakyat.

Ketika korupsi menjadi hal yang memalukan, dan kita tidak memberikan pemakluman terhadap pelaku atau hasil korupsi, mestinya akan membuat orang takut berbuat korupsi,” tuturnya.

Menurut Novel, istilah “penyintas korupsi” justru terlalu halus untuk para garong uang rakyat yang telah merugikan negara.

DIKSINYA TERLALU HALUS,” Katanya.

Sebelumnya dikabarkan KPK akan mengganti istilah para garong uang rakyat tersebut menjadi lebih halus, yakni “penyintas korupsi”.

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana mengungkapkan alasan dibalik penggantian istilah untuk koruptor.

Menurutnya, para rampok uang rakyat tersebut mendapatkan pelajaran berharga yang bisa disebarluaskan kepada masyarakat usai menjalani proses hukum.

D For GAEKON