KPI Siap Pecat Para Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dan Penindasan

0

KPI Siap Pecat Para Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dan PenindasanGaekon.com – KPI akan memberikan sanksi tegas terhadap para terduga pelaku pelecehan seksual dan penindasan terhadap pegawai berinisial MS. Sanksi tegas yang akan diberikan salah satunya adalah pemecatan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPI, Nuning Rodiyah di Mapolres Metro Jakarta Pusat, pada Kamis (2/9) malam.

“Ketika terbukti terduga para pelaku ini melakukan tindak kejahatan seksual dan juga perundungan maka kami dengan tegas akan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku diantaranya juga berhenti dari KPI,” kata Nuning.

Pihak KPI akan tetap melakukan klarifikasi soal dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang menyasar MS.

MS sebelumnya tidak pernah menyampaikan secara langsung dugaan kasus yang menerpa dirinya kepada pimpinan di KPI.

“Untuk perundungan, masih kami kemudian tetep klarifikasi dan sampai hari ini memang ketika bicara pelaporan, secara eksplisit tentu tidak ada pelaporan yang disampaikan kepada pimpinan dan kemudian Kabag dan kasubag di komisi penyiaran indoensia atau atasan langsung dari MSA,” katanya.

Nuning mengatakan bahwa MS sempat menyampaikan soal ketidaknyamanan yang ia rasakan saat bekerja. Keluh kesah itu soal masalah MS yang hendak pindah divisi di KPI.

Nuning mengatakan kepada MS jika hendak berpindah divisi, tentunya ada mekanisme yang harus dilalui. Hanya saja, Nuning tidak mengetahui secara pasti soal tanggal dan bulan saat MS menghadap ke ruangannya. Nuning hanya menyampaikan jika peristiwa itu terjadi pada tahun 2019.

Sebelumnya cerita MS tersebut beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp dengan maksud meminta perhatian akan adanya tindakan pelecehan seksual, dimana korban dan pelaku sama-sama pria. MS membenarkan apabila pesan berantai itu memang berasal darinya.

MS mengaku dirinya merupakan pegawai kontrak di KPI yang bertanggung jawab di divisi Visual Data. MS mengatakan ingin keluar dari KPI karena sudah tidak kuat menahan perundungan itu.

Ia mengaku telah mengalami perundungan dan pelecehan seksual oleh teman sekantornya sejak 2012. MS mengaku diperbudak, dirundung secara verbal maupun non verbal, bahkan ditelanjangi oleh teman sekantornya itu.

Kejadian itu terus terjadi sampai 2014 hingga akhirnya MS divonis mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) usai ke psikolog di Puskesmas Taman Sari lantaran semakin merasa stres dan frustrasi.

Pihak KPI baru saja mengetahui soal kasus yang menerpa MS pada Rabu (1/9). Nuning menyatakan, pihaknya tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada pelaku kekerasan seksual dan perundungan di manapun, kapanpun dan oleh siapapun.

D For GAEKON